Jumat, 05 Agustus 2011

DATA BENEF WILAYAH KECAMATAN PRAMBANAN


Nama               : Agus Dwi Nurcahya                                                                                       
Tgl Lahir           : 29 Agustus 1986
Alamat             : Pereng 2/2 Sunggingan Kulon Prambanan
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel A



Persoalan


Keterangan

Kesehatan

·        BAK (Buang Air Kecil) dengan pempers, BAB (Buang Air Besar)  belum terasa dan terkontrol.
·        Ada decubitus di pantatnya yang dulu bekas jahitan operasi tumor.
·        Pasien mulai kembali belajar berdiri dengan walker dan backslap, tapi backslapnya rusak.
·        Sudah mengikuti tahap pertama perguliran kursiroda kerjasama HI, RSOP, InterAksi dan KARINA sehingga mendapatkan kursi roda adaptif  baru.
·        Mempunyai motivasi untuk mengajak teman-teman sesama difabel (terutama yang masih muda-muda) korban gempa agar bersikap & berpikir positif serta mau keluar rumah. Semangat mengikuti karnaval 17an di Bantul dari jam 8 pagi sampai 9 malam akan tetapi besoknya setelah itu badannya drop.



Ekonomi


Pasien di rumah tinggal dengan ibunya yang jualan pecel bakmi, gorengan dan es yang tempatnya disamping rumah. Tiap pagi hari Agus Dwi mengantar ibunya belanja ke pasar. Kegiatan sehari-hari memelihara beberapa ayam dan kelinci. Pasien memiliki mobilitas cukup tinggi karena punya motor roda 3 modifikasi).



Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan

        Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil)
Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500-,.

·        Modal untuk usaha ternak atau untuk ketrampilan ukirnya karena Agus Dwi lulusan STM jurusan ukir-ukiran.

·        Back-slap untuk latihan berdiri dengan walker dan latihan jalan.

        Medikasi luka dan obat-obatan untuk decubitus, meliputi :
  1. Obat yang digunakan yaitu Kalmicetine dengan harga Rp 15.000-, per salepnya yang dipakai habis dalam 1 minggu.
  2. Untuk kassa yang dipakai 7 dus per minggu, @ kassa seharga Rp 3.000-,.
  3. Kebutuhan Na Cl 1 flabot per minggu dengan harga Rp 6.000-,.
  4. Untuk plester yang digunakan 1 roll tanggung yang habis dalam seminggu seharga Rp 25.000-,.


Nama               : Harsinah
Tgl Lahir           : 5 April 1980
Alamat             : Tegalsari 1/11 Kemudo Prambanan
Diagnosa          : Paraparese Frenkel D



Persoalan


Keterangan

Kesehatan

·        Tekanan Darah 120 / 80 mmHg.
        Sensorik jari-jari kaki belum terasa.
        PEN pada tulang belakang belum diambil dan tidak ingin diambil karena pernah dengar cerita jikalau operasi pengambilan PEN tidak berhasil maka nasibnya akan mati seperti tragedi SCI Pak Suparman.
        BAB (Buang Air Besar)   dan  BAK (Buang Air Kecil) sudah terasa dan terkontrol.
        Aktivitas menggunakan 1 tongkat / stick di sebelah kanan. Walaupun di rumahnya banyak tangga-tangga kecil yang membuat teman-teman sesama korban gempa yang masih menggunakan kursiroda yang jika berkunjung ke rumahnya maka menjadi tidak akses untuk mereka.  
        Bulan Juni 09 terdapat kapalan di kakinya yang malahan menyebabkan luka karena untuk membersihkannya susah dan kulit luarnya keras menjadi luka decubitus. Pengobatannya dengan dikompres rivanol dan dioleskan bioplacenton kemudian baru ditutup kassa.



Ekonomi


Di rumah membuka warung kelontong disambi dengan jualan es buah, es degan dan lotis.  Usaha yang dikembangkan adalah dagang kelontong yang dibantu dari RHK. Memiliki tanggungan 1 orang anak SD (laki-laki). Suami seorang teknisi yang bekerja di Pabrik Susu SGM Prambanan.



Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan

        Bea siswa untuk anaknya yang masih sekolah

        Medikasi luka dan obat-obatan untuk decubitus, meliputi :
  1. Rivanol untuk kompres 1 botol 100 ml per minggu dengan harga Rp 9.000-,
  2. Obat yang digunakan yaitu Bioplacenton dengan harga Rp 17.500 per salepnya yang dipakai habis dalam 1 minggu.
  3. Untuk kassa yang dipakai 7 dus per minggu, @ kassa seharga Rp 3.000.
  4. Kebutuhan Na Cl 1 flabot per minggu dengan harga Rp 6.000-,.
  5. Untuk plester yang digunakan 1 roll tanggung yang habis dalam seminggu seharga Rp 25.000-,.




Nama               : Marliana
Umur                : 19 Tahun
Alamat             : Bantul
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel B


Persoalan


Keterangan

Kesehatan

·        BAK (Buang Air Kecil) dan BAB (Buang Air Besar) sudah terasa karena ada tanda-tandanya akan tetapi jika  keluar rumah memakai pempers.
        Di rumahnya berlatih dengan walker dan backslap kadang bersama ibunya dan kadang secara mandiri.
        Belajar mandiri di rumah dengan menggunakan walker dan backslap dan setelah diedukasikan maka pasien mau melakukan terapi latihan mandiri untuk kedua tungkainya.
        Tidak ada luka decubitus.


Ekonomi


Di rumah tinggal bersama dengan ibunya yang jualan pecel di depan rumahnya. Marliana baru saja lulus SMA.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan

        Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil)
Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500-,.
·        Ketrampilan untuk mengembangkan bakatnya yang bisa menghasilkan  produktif.


Nama               : Nanang
Tgl Lahir           : 6 Oktober 1983
Alamat             : Jetis Tiken 11/6  Prambanan
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal  :
Nanang sangat                              Pemalu dan malas. BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil) dengan menggunakan plastik,  tidak terasa dan tidak terkontrol.  Belum pernah latihan berdiri dengan walker karena walkernya malah berada di Solo (rumah orang tuanya) dan malah dipinjamkan ke orang lain.


Persoalan


Keterangan

Kesehatan

        Juni 09 : Tidak ada luka decubitus. Nanang mau belajar berdiri dengan menggunakan walker (walker diambil dari Solo  rumah aslinya), berlatih pertama kali dengan teman-temannya (untuk mendampingi dia berlatih agar tidak jatuh) kemudian sampai seterusnya belajar mandiri. Saat berlatih dengan walker fisioterapis tidak diperbolehkan melihat, jadi sebatas hanya dengan edukasi. Pasien rajin berlatih tapi malu jika dilihat.

        Agustus 09 : terdapat luka decubitus di pantatnya dan saat itu malas latihan dan alasannya takut kalau lukanya tergores. Tapi setelah luka decubitusnya kira-kira 2 minggu sudah kering dan sembuh, Nanang sudah berani lagi berlatih berdiri dengan walker. Nanang berlatih sendiri untuk berdiri dengan walker dan itu dilakukannya pada petang menjelang malam hari, karena Nanang masih malu jika saat latihan ada yang melihatnya sehingga diwaktu malam hari saat jendela & pintu sudah tertutup maka dia latihan. Saat itu fisioterapis juga menjelaskan mengenai kursi roda dari HI & RSOP sehingga kartu JAMKESMAS penting untuk dimiliki. Setelah mengetahui informasi tersebut, Nanang akan berusaha untuk mendapatkan kartu JAMKESMAS.


Ekonomi


Belum mempunyai usaha tetap, tapi memiliki potensi dagang dan ternak burung karena punya hobby burung berkicau. Di Prambanan, Nanang tinggal di rumah bersama dengan neneknya yang sudah lansia yang masih bekerja di sawah.


Asuransi Kesehatan


Belum punya JAMKESMAS / JAMKESDA

Kebutuhan

        Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil)
Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500-,.
        Back-slap untuk latihan berdiri dengan walker.
        Modal untuk ternak burung
        JAMKESMAS / JAMKESDA



Nama               : Neneng Yunindar
Umur                : 22 Juni 1969
Alamat             : Nggeneng 9/3 Sanggrahan Prambanan
Diagnosa          : Paraplegi Frenkel B
Kondisi Awal  :
                           Tekanan Darah 110/70 mmHg. Decubitus bawah pantat kanan luka dalam 5 cm diameter 2 cm pada bulan April 2009 hingga sekarang masih.



Persoalan


Keterangan

Kesehatan

        Pasien dapat merasakan BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil). Biasanya BAB (Buang Air Besar) 1 minggu 1 kali. Pasien tidak suka konsumsi sayur. Decubitus dirawat secara gratis oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat. Pasien malu keluar rumah. Pasien belum mau latihan jalan karena takut lukanya kena gesekan dan jadi semakin parah. Pasien memiliki brace untuk kedua tungkainya tapiuntuk brace kaki kiri tidak cukup karena pasien tambah gemuk menurutnya dan saat diberi bantuan brace itu sudah 3 tahun yang lalu paska gempa.

        Saat berlatih dengan walker, sudah mulai menggunakan kekuatan kedua tungkai untuk menumpu dan secara perlahan-lahan berani melemaskan kedua lengannya, walaupun sebelumnya masih terdapat perasaan takut akan jatuh padahal sudah didampingi 2 orang. Setelah mencoba beberapa kali dan dia bisa melakukannya saat itu, Neneng dan ibunya (yang mendampingi saat latihan) merasa senang sekali.


Ekonomi





Keseharian menjahit dengan mesin jahit modifikasi dinamo pada tangan, jika ada orderan maka akan dilayani seperti : pakaian, tas, gorden, cover sofa, dll. Di rumah dia tinggal dengan ibunya yang sudah tua yang matanya pun penglihatannya juga sudah tidak ”awas” seperti dulu, sehingga untuk mengobati lukanya dia meminta perawat / bidan yang bisa mengobati, itupun karena bidan / perawatnya baik jadi secara cuma-cuma, hanya tinggal membelikan obatnya saja, jadi perawat / bidan tersebut datang tiap sorenya.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan

        Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil)
Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500-,.

        Brace untuk support latihan berdiri dengan walker dan untuk latihan berjalan.

        Memerlukan permodalan untuk pengembangan usaha penjahitannya.

        Medikasi luka dan obat-obatan untuk decubitus, meliputi :
  1. Obat yang digunakan yaitu Bioplacenton dengan harga Rp 17.500-, per salepnya yang dipakai habis dalam 1 minggu.
  2. Untuk kassa yang dipakai 2 dus per minggu, @ kassa seharga Rp 3.000-,.
  3. Kebutuhan Na Cl 1 flabot per minggu dengan harga Rp 6.000-,.
  4. Untuk plester yang digunakan 1 roll tanggung yang habis dalam seminggu seharga Rp 25.000-,.


Nama               : Rita
Umur                : 45 Tahun
Alamat             : Randusari Prambanan
Diagnosa          : Paraplegi Frenkel A



Persoalan


Keterangan

Kesehatan

·        HR 130 / 70 MmHg.
·        BAK (Buang Air Kecil) dan BAB (Buang Air Besar) terasa tapi belum terkontrol, masih menggunakan pempers jika pergi keluar rumah.
·        Pasien mengalami berat badan berlebih (obesitas) & banyak berkeringat.
·        Kedua tungkai kaki sampai jari-jari masih terasa kesemutan. Gangguan sensorik dari lutut sampai bawah.
        Pada punggung bagian bawah dan pada kedua lututnya jika ditekan maka rasa nyerinya akan lama hilangnya.
        Pasien melakukan terapi secara mandiri di rumah dengan latihan mandiri untuk menggerakkan kedua tungkainya paling tidak 2 kali sehari.


Ekonomi


Memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih kecil-kecil usia sekolah. Suami sebagai tukang pengobatan alternatif yang pekerjaannya tidak tetap. Suami berencana akan menikah lagi.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan

        Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil)
Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500-,.
        Back-Slap dan walker untuk support  latihan berdiri dan untuk latihan berjalan.
        Kamar mandi sempit dan tidak ada tutup pintunya sehingga tidak akses untuk difabel SCI yang lain yang berkunjung ke rumahnya.
        Konseling dan motivasi agar persoalan keluarga (dengan suaminya) bisa cepat terselesaikan.
        Bea siswa untuk anaknya yang masih sekolah.


Nama               : Rubiyo
Umur                : 48 Tahun
Alamat             : Cepit Prambanan
Diagnosa          : Tetraplegia, fracture compression of  
                          Vertebrae Cervical 6


Persoalan


Keterangan

Kesehatan

·        HR 120 / 80 mmHg.
·        BAK (Buang Air Kecil) menggunakan condom cateter. BAB (Buang Air Besar) manual dengan Handscoon. Jika BAB (Buang Air Besar) terlalu lama tidak keluar veses maka anus diberi sabun agar licin dan bisa cepat keluar.
        Pasien sering sakit flu atau hidungnya tersumbat tapi tidak mengkonsumsi obat sama sekali.
        Karena tidak mampu membeli condom cateter maka diganti dengan balon biasa. Dan tidak terjadi alergi atau infeksi.
        Dahulu mempunyai luka decubitus tapi sudah sembuh dan sudah menutup.
        ADL  dan perawatan diri (self care) masih tergantung pada orang lain yaitu istrinya. Pasien  belum dapat mandiri (makan, mandi). Untuk duduknya pasien tidak bisa bertahan lama apalagi tanpa sandaran pada punggung.
        Latihan Fisioterapi pada pasien ditambah untuk gerakan motorik halus pada kedua lengan bawah dan semua jari-jari tangan, latihan memegang dan menjapit benda di sekitarnya (dimulai dari yang besar, kecil, pipih).


Ekonomi


Istrinya setiap hari berada di rumah menemani suaminya sambil membuka warung kelontong dan es. 3 Hari sekali paling tidak pagi harinya ikut kulakan ke Pasar Prambanan bersama suaminya dengan motor roda 3 modif. Tapi paling tidak durasi belanjanya 1,5 – 2 jam saja, karena pasien dapat bertahan duduk di kursi roda selama itu. Memiliki tanggungan 1 orang anak usia SMP (di Pondok Pesantren).


Asuransi Kesehatan

Jamkessos


Kebutuhan

        Condom Cateter untuk BAK (Buang Air Kecil) per minggunya memerlukan dana untuk kebutuhan BAK (Buang Air Kecil) yang meliputi :

1.      Pemakaian condom cateter 2 kali ganti seminggu, untuk condom cateter @ Rp 3.500-,.
2.      Untuk urine bag (kantong pipis) 1 kali seminggu ganti  @ Rp 8.000-,.
3.      Penggunaan condom cateter juga memerlukan plester sebagai perekatnya, harganya Rp 25.000-, untuk 1 roll tanggung yang habis dalam seminggu.

        Kursi roda khusus untuk tetraplegia, karena pasien hanya memiliki 1 itu dan sudah rusak karena sudah 3 tahun yang lalu. Kursi roda yang biasa untuk paraplegi punya 1 tapi itu tidak cocok untuk Bapak Rubiyo karena kasusnya berbeda sehingga kebutuhannya pun berbeda.

        Modal usaha untuk pengembangan warung kelontong yang bisa dikembangkan oleh istrinya.

        Bea siswa untuk anaknya yang masih sekolah.


Nama               : Saminem
Tgl Lahir           : 1 Juli 1957
Alamat             : Jetis 4/2 Kotesan Prambanan
Diagnosa          : Fracture of femur dextra dan fracture cruris


Persoalan


Keterangan

Kesehatan

        ADL di rumah mandiri dengan walker yang dipinjami orang karena bukan punya sendiri.
        TD 120 / 70 mmHg.
        Posisi kaki kanan jinjit sebelah. Pada tungkai bawah jika  digunakan jalan dan berdiri terlalu lama masih terasa pegal-pegal dan jimpe yang membuat kakinya terasa berat seperti ada yang "mengganduli".
        Pasien mendapat alat bantu berupa tripot dari InterAksi agar digunakan juga untuk latihan berjalan di rumah. Tapi pola jalannya asimetris pada panggulnya karena adanya diskrepansi (perbedaan / ada selisih) panjang tungkai.
        Masih sering merasakan nyeri pada tungkai bawah kanan jika jalan jauh-jauh.


Ekonomi


Di rumah mempunyai usaha menjual makanan kecil-kecilan dan jualan ”karak” buatan sendiri di warungnya. Tinggal di rumah bersama dengan kakak perempuannya dan keponakannya. Ibu Saminem tidak punya tempat tinggal sendiri.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan

Membutuhkan modal untuk pengembangan usaha warungnya.


Nama               : Suharti
Tgl Lahir           : 31 Desember 1946
Alamat             : Nggeneng 14/5 Sanggrahan Prambanan
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel C



Persoalan


Keterangan

Kesehatan

        TD 140 / 80 mmHg
        Sering merasakan kemeng-kemeng di kedua tungkai.
        Juni 09 : Terdapat luuka decubitus pada gluteus dextra dengan diameter 5 cm dan luka berwarna kemerahan dan diobati dengan bioplacenton.
        BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil) sudah terkontrol. Nelaton Cateter dipasang sendiri dengan menggunakan jell oleh pasien pada waktu-waktu tertentu yaitu jam 9 pagi, 2 siang dan jam 5 sore.
        Luka decubitus dirawat keluarga 2 kali sehari oleh adiknya yaitu pagi sebelum berangkat kerja dan sore setelah pulang kerja. Perawatan luka sudah dilakukan dengan obat-obatan yang benar  saat petugas perawat mengedukasikan ke pasien (karena pada awalnya obat yang digunakan adalah salep 88).
        Kursi roda yang dipakai pasien adalah ukuran anak kecil, walker yang dipunyai bautnya hilang sehingga pernah diganti dengan kawat dan sering diganti-ganti dengan sekrup jadi sudah tidak bisa dilipat lagi.
        Pasien melakukan latihan mandiri di rumah dengan walker dan melakukan gerakan-gerakan tungkai yang telah diajarkan oleh fisioterapis (active & free exercise). Juga latihan jalan sendiri dengan walker ataupun kursiroda saat pagi hari sambil berjemur. Tapi sejak luka decubitusnya bertambah parah bulan September 09, menyebabkan Ibu Suharti takut untuk latihan berdiri dan berjalan karena takut lukanya nanti kena gesekan malah makin parah. Sehingga terjadi penurunan kekuatan otot kedua tungkai oleh karena terlalu banyak bed rest dan kurang gerak serta jarang sekali latihan berdiri.


Ekonomi


Ekonomi ditopang oleh anaknya.

Asuransi Kesehatan

Jamkesda


Kebutuhan

        Jika keluar rumah / pergi maka memakai pempers untuk BAK (Buang Air Kecil). Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500-,.

        Nelaton Cateter untuk management BAK (Buang Air Kecil) yang penggunaannya setelah dipakai direbus. 1 nelaton cateter seharga Rp 8.000-,.

        Medikasi dan obat-obatan untuk luka decubitus yang intensif. Meliputi :
1.      Obat yang dipakai untuk luka decubitusnya adalah Oxoferin dengan harga Rp 80.000-, per botol tube yang dipakai habis dalam 1 minggu.
2.      Untuk kassa yang dipakai 7 dus per minggu, @ kassa seharga Rp 3.000-,.
3.      Kebutuhan Na Cl 1 flabot per minggu dengan harga Rp 6.000-,.
4.      Untuk plester yang digunakan 1 roll tanggung yang habis dalam seminggu seharga Rp 25.000-,.


Nama               : Supardi
Tgl Lahir           : 23 Mei 1966
Alamat             : Kotesan 7/4 Kotesan Prambanan
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel A



Persoalan


Keterangan

Kesehatan


        Sering mengeluh perutnya perih dan sakit dan kedua tungkai kaki kaku.
        Pasien sukanya minum es / yang dingin - dingin walaupun musim hujan.
        Pasien sudah tidak mau berlatih dengan walker, karena memiliki riwayat jatuh tertelungkup saat berlatih berdiri dan berjalan dengan walker. Walker juga rusak.
        BAK (Buang Air Kecil) dan BAB (Buang Air Besar) incontinence biasanya memakai kantong plastik atau pempers.


Ekonomi


Usaha yang dikelola adalah servis elektro dan jual beli barang elektronik. Istrinya bekerja sebagai buruh pabrik. Tanggungan anak sekolah SD hanya 1 orang. Secara ekonomi mampu. Memiliki persoalan psikologis terkait masalah sexualitas.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan

        Jika keluar rumah / pergi maka memakai pempers untuk BAK (Buang Air Kecil). Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500-, keseharian jika di rumah seringnya memakai kantong plastik.
        Modal untuk usaha servis elektronik.
        Back-Slap dan walker untuk support  latihan berdiri dan untuk latihan berjalan.



Nama               : Sutarno
Tgl Lahir           : 30 Desember 1959
Alamat             : Sungkuran 11/5 Titang Jogonalan
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel B




Persoalan


Keterangan

Kesehatan


·        Terapi secara berkelompok pasien merasa memiliki motivasi dan terhibur karena bertemu dengan teman-teman senasib.
·        HR 150 / 100 mmHg.
·        Spatisitas pada kedua kaki dan ankle clonus positif.
·        Tidak ada luka decubitus.
·        BAK& BAB terasa & sudah dibiasakan untuk ke kamar mandi.
·        Gangguan sensorik mulai dari bawah pusar ke distal.
·        ADL mandiri dengan kursi roda.


Ekonomi


Bersama istrinya mengelola usaha ayam goreng dan membuka toko kelontong di rumah. Secara ekonomi sudah cukup. Memiliki tanggungan 1 anak yang sudah lulus sekolah.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan


Modal untuk pengembangan usaha


Nama               : Titin Supriyatin
Tgl Lahir           : 27 Februari 1968
Alamat             : Ngangkruk 1/10 Kebondalem Prambanan
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel D



Persoalan


Keterangan

Kesehatan


·        TD 110 / 70 mmHg.
·        BAB (Buang Air Besar)   dan  BAK (Buang Air Kecil) sudah terasa dan terkontrol.
·        Drop foot ankle kanan.
·        April 09 : Alat bantu yang dipakai adalah elbow kruk dengan AFO dan sepatu sandal.
·        Juni 09 : Belajar dengan stick / tongkat, dengan AFO dan sepatu sandal. .
·        Juli 09 : Keseimbangan berdiri mulai membaik. Sudah belajar meninggalkan alat bantu dengan rambatan pada dinding. Pasien sudah bisa berjalan tanpa alat bantu dan berani ke pasar sendirian untuk kulakan warung kelontongnya dengan menggunakan sepeda ayun.


Ekonomi


Usaha yang dikekola adalah membuka warung kelontong dan warung makan di rumahnya. Suaminya seorang pijat terapi ahli alternatif biasanya untuk totok darah tradisional. Usaha selama ini belum terkelola secara maksimal. Memiliki 2 anak yang masih sekolah di SMU dan yang 1 masih SD.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan


·        Modal untuk pengembangan usaha.
·        AFO sudah tidak cocok untuk Ibu Titin karena sudah rusak dan pecah karena sudah 3 tahun yang lalu.
·        Sepatu sandal untuk pasangan AFO juga sudah rusak, karena perekatnya sudah berulang kali lepas-lepas dan putus sehingga dijahit-jahit.


Nama               : Yulianto
Umur                : 44 Tahun
Alamat             : Beloran Madurejo Piyungan Prambanan
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel B



Persoalan


Keterangan

Kesehatan


·        April 09 : Decubitus pada gluteus dextra. Luka hampir menutup. Keadaan luka bersih berwarna merah. Diameter 3 cm di permukaan kulit.
·        Di rumah juga sering melakukan terapi latihan mandiri untuk sekedar menggerakkan kedua tungkainya dan juga teratur melakukan latihan penguatan otot tangan dengan push-up di tempat tidur /  bed.
·        BAK (Buang Air Kecil) memakai plastik, karena belum terkontrol dan jika tidak memakai pempres masih ngompol. Dicoba untuk menggunakan condom cateter.
·        Pasien termotivasi dan mau melakukan latihan berdiri menggunakan walker dan brace pada saat terapi kelompok karena dapat menumbuhkan motivasi pasien karena mereka bertemu dengan teman senasib dan dapat sharing lebih terbuka dengan mereka.
·        Mengikuti training di Pusat Rehabilitasi di daerah Bantul mulai bulan Juli 09 yang direncanakan selama 6 bulan hingga bulan Januari 2010.


Ekonomi


Memiliki ketrampilan jahit sol sepatu, tapi usahanya tidak berkembang. Bapak Yulianto memiliki tanggungan 1 orang anak yang masih usia SD. Persoalan dengan istrinya yaitu istrinya meminta perceraian untuk mengakhiri hubungan keluarga mereka.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan


·        Modal untuk pengembangan usaha.
·        Konseling dan motivasi agar persoalan keluarga (dengan suaminya) bisa cepat terselesaikan.
·        Bea siswa untuk anaknya yang masih sekolah.
        Condom Cateter untuk BAK (Buang Air Kecil) per minggunya memerlukan dana Rp 15.000 untuk kebutuhan BAK (Buang Air Kecil) yang meliputi :
1.      Pemakaian condom cateter 2 kali ganti seminggu, untuk condom cateter @ Rp 3.500
2.      Untuk urine bag (kantong pipis) 1 kali seminggu ganti  @ Rp 8.000


Nama               : Agus Susanto / Bejo
Umur                : 26 Tahun
Alamat             : Ngablak Prambanan
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel B


Persoalan


Keterangan

Kesehatan


·        ADL di rumah mandiri dengan kursiroda.
·        Sering melakukan terapi latihan di rumah secara mandiri untuk latihan kedua tungkainya dan juga belajar berdiri dan berjalan dengan paralel bar yang dibuat oleh ayahnya sendiri dari 2 bambu.
·        BAK (Buang Air Kecil), BAB (Buang Air Besar) terasa, maka sudah mandiri untuk ke kamar mandi.
·        Belum pernah mengikuti terapi kelompok Prambanan (sibuk karena adanya pesanan handicraft dari dedaunan, kulit telur, kardus, kain perca  sebagai souvenir / cinderamata).
·        Mengikuti 1 x terapi kelompok Prambanan, mulai ikut bulan Juli 09 dan baru sekali mengikuti kegiatan terapi kelompok.


Ekonomi


Di rumah tinggal dengan keluarganya yaitu ibu, ayahnya dan adik perempuannya yang sudah berkeluarga. Untuk kebutuhan sehari-hari masih ditanggung keluarganya. Kadang jika ada pesanan souvenir / cinderamata maka uangnya bisa ditabung sendiri.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan


·        Modal untuk pengembangan usaha.
·        Pemasaran usaha handicraftnya.