Jumat, 05 Agustus 2011

DATA BENEF WILAYAH KECAMATAN TRUCUK & CEPER

Nama               : Rustam
Tgl Lahir           : 26 November 1975
Alamat             : Klegen  14/7 Srebegan Ceper
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal  : TD 90 / 60 mmHg. Kedua tungkai tidak bisa digerakkan sama sekali dan dari bawah pusar     sampai ujung kedua jari kaki tidak terasa.



Persoalan


Keterangan

Kesehatan

        Kondisi pasien sering drop dan pasien memiliki luka decubitus pada malleolus lateral dan di atas gluteus. Perawatan luka dilakukan secara mandiri. Petugas tidak diperbolehkan melihat dan memberikan medikasi terhadap luka tersebut.
        Mobilitas pasien dalam bekerja sangat tinggi yaitu sering bepergian untuk bisnis ke luar kota, sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh.
        Pasien kerap kali lebih banyak duduknya daripada untuk sekedar berbaring.



Ekonomi


Memiliki usaha rental mobil, agen elpiji, jasa makelar. Istrinya pedagang pakaian di pasar.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan

        Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil)
Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500


        Medikasi dan obat-obatan untuk luka decubitus yang intensif. Meliputi :
1.      Obat yang dipakai untuk luka decubitusnya adalah Oxoferin dengan harga Rp 80.000 per botol tube yang dipakai habis dalam 1 minggu.
2.      Untuk kassa yang dipakai 10 dus per minggu, @ kassa seharga Rp 3.000.
3.      Kebutuhan Na Cl 3 flabot per minggu dengan harga Rp 6.000.
4.      Untuk plester yang digunakan 2 roll tanggung yang habis dalam seminggu seharga Rp 25.000

·        Walker dan back-slap untuk latihan berdiri dan latihan berjalan.


Nama               : Rika Sintya Dewi
Tgl Lahir           : 15 Oktober 1986
Alamat             : Meger Baru 1/2 Ceper Klaten
Diagnosa          : Paraplegi Frenkel A
Kondisi Awal  : Tensi 110 / 70 keadaan umum baik, memakai dower cateter. Kedua tungkai terlihat oedem   
karena sering duduk di kursi roda terlalu lama. Luka decubitus bulan April 09 di bagian bokong (gluteus) kanan diameter 7 cm dan dalam 5 cm, jaringan granulasi baik luka kemerahan dan berbau. Decubitus kiri diameter 6 cm dan dalam 5 cm, luka sama berwarna kemerahan dan berbau.  Decubitus tumit kiri diameter  4 cm dan panjang 8 cm, luka tertutup jaringan mati dan bau. Decubitus pada tumit kanan diameter 1 cm dan dalam 1 cm.



Persoalan


Keterangan

Kesehatan

        Penanganan terapi tidak dilakukan karena Rika mengalami persoalan psikologis. Dia berhalusinasi mendengar suara-suara dan jika berbicara tidak fokus. Penanganan dikonsentrasikan pada luka decubitus karena luka terjadi pada kedua pantat grade IV dan kedua tumit grade II.
        Penanganan luka decubitus di RS Moewardi dan dilakukan operasi skin graft (penambalan daging) serta di opname selama 2 bulan.



Ekonomi


Merupakan 2 bersaudara (sang adik masih sekolah). Keluarga memiliki usaha ternak ayam bangkok dan ayam kampung. Ekonomi sangat tergantung pada ibunya yang sudah menjanda dan tidak punya usaha yang tetap.



Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan

        Bea siswa  untuk adiknya yang masih sekolah.
        Psikolog / Psikiater untuk konseling.
        Dower Cateter / DC (ukuran 16) yang setiap 2 minggu sekali harus diganti, 1 DC seharga Rp 16.000-,.
        Untuk urine bag (kantong pipis) 1 kali seminggu ganti  @ Rp 8.000-,.
        Walker dan back-slap untuk latihan berdiri dan latihan berjalan.
        Medikasi dan obat-obatan untuk luka decubitus yang intensif. Meliputi :
  1. Obat yang dipakai untuk luka decubitusnya adalah Oxoferin dengan harga Rp 80.000 per botol tube yang dipakai habis dalam 1 minggu. Serta menggunakan sufratulle karena luka decubitusnya tidak hanya pada 1 tempat, dengan harga Rp 10.000 untuk 1 lembarnya.
  2. Untuk kassa yang dipakai 10 dus per minggu, @ kassa seharga Rp 3.000.
  3. Kebutuhan Na Cl 3 flabot per minggu dengan harga Rp 6.000.
  4. Untuk plester yang digunakan 2 roll tanggung yang habis dalam seminggu seharga Rp 25.000



Nama               : Sutrisno
Tgl Lahir           : 30 Desember 1985
Alamat             : Jetakan 4/2 Kupang Karangdowo
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel C
Kondisi Awal  : TD 100 / 70 mmHg. Droop foot ankle kanan dan
                                                           kiri. Atrophi gastrocnemius & soleus.



Persoalan


Keterangan

Kesehatan

        Hawa dingin membuat pasien merasa cekot-cekot pada kedua kaki, panas kemramyas dan kesemutan.
        Saat fisioterapis datang pasien sudah latihan berjalan dengan kruk di paralel bar agar aman. Dan disana ada tetangga yang mau membantu melatih, serta tetangganya ada yang mau mengantarkan pasien untuk ”ngebur” kedua kruk-nya agar pas untuk dipakai ke tempat orang yang memiliki bor.


Ekonomi


Memiliki usaha sewa play station. Kerjasama dengan temannya dengan kesepakatan bagi hasil. Ada 2 mesin satu sewa dan 1 milik bersama. Skil yang dimiliki jual beli alat kelut (sulak).


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan

·        Modal untuk usaha.
·        Ketrampilan untuk management bisnis
·        Belum memiliki sarana MCK di rumahnya.


Nama               : Wido Witono
Tgl Lahir           : 25 September 1947
Alamat             : Padangan 2/1  Palar Trucuk
Diagnosa          : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal  : TD 170 / 90 mmHg. Decubitus bawah gluteus Dextra, luka dengan diameter 4 cm kedalaman 2 cm luka bagian dalam kotor karena luka biasanya diberi bedak dan di tampon dengan kapas.


Persoalan


Keterangan

Kesehatan


·        BAB dan BAK belum terkontrol.
·        Ada trophic change pada kulit mulai dari bawah kedua lutut sampai kedua ujung jari kaki.
·        Saat fisioterapis datang ke rumah pagi harinya, kondisi Bp. Wido merasa kedingingan dan memakai selimut, tensi 120/80 mmHg dan merasa pusing. Tuturnya beliau merasa kecapekan karena 2 hari yang lalu terlalu keasyikan keluar rumah memakai kursi roda, mengingat banyak tetangganya yang mengadakan hajatan. Karena kadang para tetangganya menanyakan jika Bp. Wido sudah lama tidak keluar rumah. Untuk makan kesehariannya dari usaha membuat ”besek” oleh istrinya & hanya kadang-kadang dibantu diberi uang oleh anaknya. Jika Bp. Wido merasa enakan dan badannya agak segar, beliau membantu istrinya membuat ”besek” dengan posisi tiduran terlentang di bed dan anyaman-anyaman ”besek” diletakkan di dadanya kemudian kedua tangannya yang merangkai.


Ekonomi


Tidak memiliki usaha, ekonomi dari usaha istrinya yang membuat besek. Bapak Wido juga memiliki 1 orang anak difabel tuna rungu.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan


        Medikasi luka dan obat-obatan untuk decubitus, meliputi :
  1. Obat yang digunakan yaitu Bioplacenton dengan harga Rp 17.500 per salepnya yang dipakai habis dalam 1 minggu.
  2. Untuk kassa yang dipakai 2 dus per minggu, @ kassa seharga Rp 3.000.
  3. Kebutuhan Na Cl 1 flabot per minggu dengan harga Rp 6.000.
  4. Untuk plester yang digunakan 1 roll tanggung yang habis dalam seminggu seharga Rp 25.000

·        Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil)
Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500-,.


Nama               : Ny. Slamet Marno Diharjo
Tgl Lahir           : 6 Mei 1957
Alamat             : Mandong 1/1 Mbero Trucuk
Diagnosa          : Post Fracture 1/3 Proximal Femur Dextra
Kondisi Awal  : Pada paha kanan jika untuk jalan agak jauh tidak kuat, merasa nyeri sekali jika dipaksakan. Luas gerak sendi lutut kanan untuk gerakan fleksi (menekuk) hanya sebatas 45 derajat padahal full yang diharapkan seperti yang kiri 120 derajat.



Persoalan


Keterangan

Kesehatan


·        Di rumah mau melakukan exercise therapy (terapi latihan) mandiri seperti yang diajarkan fisioterapist pada berbagai posisi seperti duduk ongkang-ongkang dan pada posisi tengkurap agar otot-otot paha kanan tetap terlatih.


Ekonomi


Sudah mempunyai usaha "tomblok/besek" yang dikelola berdua dengan suaminya Pak Marno.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan


Modal untuk pengembangan usaha.



Nama               : Slamet Bp          
Umur                : 50 Tahun
Alamat             : Trucuk
Diagnosa          : Post Amputee Below Knee Sinistra
Kondisi Awal  : Pasien mempunyai luka pada ujung stump (ujung bekas amputasi) karena Bapak Slamet juga memiliki penyakit penyerta yaitu Diabetes Mellitus (gula) dan juga Katarak mata kanan. Dan mata yang sebelah kiri juga sudah mulai rabun sehingga memerlukan kaca mata. Dan kaca mata yang dipunyainya kadang baru dipakai seminggu harus ganti baru lagi karena sering tidak cocok setelah membeli.


Persoalan


Keterangan

Kesehatan


·        Pasien bukan merupakan korban gempa. Untuk alat bantu prostese (kaki palsu) yang dimilikinya adalah miliknya sendiri dan juga buatannya sendiri. Alas prostese-nya dari kayu "teklek" yang dibuat menyerupai punggung kaki yang dibalut dengan sepatu dan tungkai bawahnya dari lipatan seng yang berisi busa hitam. Dan bagian atasnya diikatkan pada sabuk pahanya.
·        Bapak Slamet mengikuti program pembuatan kaki palsu gratis yang diadakan di Bantul. Sebenarnya ada 2 program yaitu pembuatan kaki palsu gratis dan operasi katarak gratis tapi didahulukan dahulu yang pembuatan kaki palsu karena jika operasi katarak masih terdapat pertimbangan adanya penyakit gula.


Ekonomi


Belum mempunyai usaha setelah menjadi difabel dan selama ini ekonomi sehari-harinya ditanggung oleh istrinya yang hanya seorang buruh serabutan.


Asuransi Kesehatan

Jamkesmas


Kebutuhan


·        Prostese
·        Operasi Mata / Katarak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar