Profil Dampingan Individu SCI
Nama : Agus Dwi Umur : 23 Tahun
Alamat : Pereng 2/2 Sunggingan Prambanan
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal :
BAK dengan pempers, BAB belum terasa dan terkontrol. Ada decubitus di pantatnya yang dulu bekas jahitan operasi tumor. Kursi roda yang dimiliki juga sudah rusak padahal hanya memiliki satu buah kursi roda.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Pasien mulai kembali belajar berdiri dengan walker dan backslap, tapi backslapnys rusak. Sudah mengikuti tahap pertama perguliran kursiroda kerjasama HI , RSOP, InterAksi dan KARINA. |
Agustus 09 | Mempunyai motivasi untuk mengajak teman-teman sesama difabel (terutama yang masih muda-muda) korban gempa agar bersikap & berpikir positif serta mau keluar rumah. Semangat mengikuti karnaval 17an di Bantul dari jam 8 pagi sampai 9 malam akan tetapi besoknya setelah itu badannya drop. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : BambangUmur : 30 Tahun
Alamat : Ngemplak Gantiwarno
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal :
Keluhan : Belum bisa berjalan, ada luka decubitus di atas lipatan pantat
Riwayat : Jatuh dari pohon kelapa sekitar 3 tahun yang lalu (bukan korban gempa)
Pemeriksaan :
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Sudah mau latihan berdiri dengan walker dan juga memakai backslap (backslapnya dipakai latihan terus sampai bambu bagian dalamnya patah). Latihannya dilakukan di rumah bagian belakang dekat dapur, kamar mandi dan pintu samping bagian belakang rumah. |
Agustus 09 | Backslap yang rusak sudah diperbaiki. Untuk latihan dengan walker dan backslap masih dilakukan. Setiap kali berkunjung ke rumahnya pasti ditanyakan ke petugas apakah dengan latihan maka dia akan bisa berjalan lagi atau tidak. Psikologisnya terkena, karena istrinya saat ini pulang ke rumah orang tuanya di Ngorean Gantiwarno. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : Hadi SupartoUmur : 65 Tahun
Alamat : Jombor Gantiwarno
Diagnosa : Paraparese
Kondisi Awal :
Keluhan : Terasa panas & sengkring2 pada kedua kaki, masih ngompol
Pemeriksaan :
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Drop foot kedua ankle. BAK masih dengan pempers, terjadi polyarthritis pada sendi-sendi anggota gerak kecil pada kedua jari tangannya karena adanya pengapuran sehingga pasien merasakan jimpe-jimpe pada tangan bagian kedua pergelangan tangan dan jari-jari tangan. |
Agustus 09 | ADL di rumah kesehariannya menggunakan walker. Ibu Hadi Suparto untuk keluar dari rumahnya menuju ke teras dan turun (karena depan rumahnya ada ram cor-coran yang lumayan lebar) menuju ke halaman depan rumahnya bisa mandiri dengan walker. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : HarsinahUmur : 45 Tahun
Alamat : Kemudo Prambanan
Diagnosa : Paraparese Frenkel D
Kondisi Awal :
Tekanan Darah 120 / 80 mmHg. Sensorik jari-jari kaki belum terasa. Pen belum diambil dan tidak ingin diambil karena pernah dengar cerita jikalau operasi pengambilan pen tidak berhasil maka nasibnya akan mati seperti Pak Suparman.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | BAB dan BAK sudah terkontrol. Tapi dari kapalan di kakinya malah menyebabkan luka karena untuk membersihkannya susah dan kulit luarnya keras menjadi luka decubitus. |
Agustus 09 | Mandiri dengan tongkat / stick. ADL di rumah bisa mandiri, walaupun di rumahnya banyak tangga-tangga kecil yang membuat teman-teman sesama korban gempa yang masih menggunakan kursiroda yang jika berkunjung ke rumahnya maka menjadi tidak akses untuk mereka. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : Hendro PurnomoUmur : 26 Tahun
Alamat : Kragilan Gantiwarno
Diagnosa : Paraparese Frenkel E
Kondisi Awal :
Pemeriksaan :
sedangkan yang kanan sama seperti normal.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Dilakukan operasai pencabutan pen. Pasien sudah berjalan mandiri. Tapi untuk melakukan kegiatan sehari-hari masih sangat berhati-hati karena punggungnya masih lemah. |
Agustus 09 | Mandiri dengan AFO sinistra. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : KarsiyemUmur : 55 Tahun
Alamat : Gedangsari Kerten Gantiwarno
Diagnosa : Paraplegia Frenkel C dan fraktur 1/3 tengah
humeri sinistra
Kondisi Awal :
Keluhan : Pasien belum bisa berjalan
Kondisi kesehatan secara umum baik, tetapi sekarang sedang flu & seringpusing.
Pemeriksaan :
Thoracolumbal (17-10-2006) : fraktur kompresi VTh 12 - L1dengan pemasangan plate&screw mulai dari VTh 10 - L2
Humerus (9-11-2006) : fraktur transvers 1/3 midle humeri sinistra dengan plate&screw
ankle
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Di rumah belajar berjalan dengan walker dari depan rumahnya menuju ke halaman rumahnya, tapi kadang pasien masih malas jika tidak didampingi baik itu dengan petugas ataupun dengan suaminya. Karena alasan takut jatuh karena pernah jatuh saat belajar berjalan dengan walker. |
Agustus 09 | Saat ini pasien masih malas melakukan aktivitas secara mandiri karena masih terdapat gangguan psikologis yang sudah terjadi sebelum gempa apalagi jika tidak didampingi saat latihan. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : KartiniUmur : 53 Tahun
Alamat : Tegalsari Wedi
Diagnosa : Fraktur 1/3 proximal shoulder sinistra
Kondisi Awal :
Nyeri dan kaku dirasakan pasien pada bahu dan lengan bawah tangan kiri karena jarang latihan di rumah.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Setelah mengikuti terapi kelompok wedi, Ibu Kartini termotivasi dan di rumahnya sedikit demi sedikit berupaya bisa racik-racik bumbu untuk memasak di dapur karena biasanya dilakukan anaknya. Dan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan di rumah. |
Agustus 09 | Luas Gerak Sendi (Range Of Motion) pada sendi bahu dan lengan bawah sedikit demi sedikit bertambah, karena latihan tidak hanya dilakukan pada posisi duduk/berdiri saja tapi juga diajarkan / diedukasikan latihan pada saat berbaring / tidur terlentang. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : Kisman
Umur : 57 Tahun
Alamat : Sarap Pesu Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : HR 120 / 80 mmHg. Sensorik mulai lutut ke distal paraesthesia, pusar ke distal belum terasa. Motorik 0. Terdapat kontraktur tendo achiles. KU : Lemah dan bedrest.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Pasien baru pulang dari rumah sakit untuk perawatan infeksi kantung pelir (scrotum). Pasien dirawat selama 1 bulan di rumah sakit. Pasien menggunakan cateter dan luka jahitan masih basah. Luka di scrotum bawah dekat pirenium terbuka dan basah diameter 1,5 cm, dalam 0,5 cm kadang-kadang keluar nanah. |
Agustus 09 | Pasien sudah mau melakukan aktivitas, duduk sudah mampu bertahan lama, sudah sadar akan kondisi kesehatannya sekarang. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : Lagi WignyoUmur : 63 Tahun
Alamat : Tangkisan Gantiwarno
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal :
Keluhan utamanya pasien belum bisa berjalan, kaki masih lemas kadang – kadang semrepet.
Pemeriksaan :
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Kondisi fisik stabil baik, hiperaktivitas sering pergi ke tempat tetangga dengan kursi roda. Bulan Juni 09 mengalami anemia dan dirujuk ke RS Tegalyoso sehingga membutuhkan beberapa kantong darah dari PMI Klaten karena persediaan RS Tegalyoso tidak memadai. Bapak Lagi Wignyo menggunakan akses JAMKESMAS. |
Agustus 09 | Setelah pulang dari RS Tegalyoso saat kondisinya sudah dirasakan bagus, Bapak Lagi Wignyo malah sering maen keluar ke tetangganya. Jadi seringkali jika di visite oleh petugas jarang ada di rumahnya karena merasa bahwa kondisinya sekarang sudah lebih baik jadi bisa digunakan untuk jalan-jalan keluar dengan kursi rodanya. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : LasiniUmur : 35 Tahun
Alamat : Katekan Gantiwarno
Diagnosa : Paraplegia Frenkel B
Kondisi Awal :
Kondisi kedua tungkai spastik (kaku). BAB dan BAK tidak terasa dan terkontrol.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Saat observasi awal hasilnya : sanitasi pada bed / tempat tidurnya tidak tertata karena terdapat bambu (sehingga kelihatan ruwet). Kondisi tungkainya sangat kaku. Dinilai dengan Ashworth scale nilai 3. |
Agustus 09 | BAB, BAK masih belum terkontrol. Terjadi perkembangan motorik,sudah bisa bangun, duduk dan berdiri secara mandiri tanpa baantuan, tahan lama untuk berdiri dengan walker tanpa backslap, akan tetapi saat ini belum bisa berjalan. Keluarga sangat peduli karena juga melatih beliau (suaminya, paling tidak dilakukannya minimal 5x dalam sehari, karena kalau tidak dilatih sadar akan sangat kaku dan sulit untuk digerakkan). |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Marliana
Umur : 19 Tahun
Alamat : Bantul
Diagnosa : Paraplegia Frenkel B
Kondisi Awal :
BAK dan BAB sudah terasa (ada tanda-tandanya), Jika keluar rumah memakai pempers.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Di rumahnya berlatih dengan walker dan backslap kadang bersama ibunya dan kadang secara mandiri. |
Agustus 09 | Belajar mandiri di rumah dengan menggunakan walker dan backslap dan setelah diedukasikan maka pasien mau melakukan terapi latihan mandiri untuk kedua tungkainya. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Minto Diharjo
Umur : 60 Tahun
Alamat : Ngorehan Gantiwarno
Diagnosa : Paraplegi Frenkel C dan fraktur cruris
dextra
Kondisi Awal :
Keluhannya pasien belum bisa berjalan, kedua kaki terasa panas.
Pemeriksaan :
- Thoracolumbal : fraktur kompresi VL 1-3 dengan pemasangan 8 plate&screw (dextra sinistra) mulai dari VTh 12-L4
- Cruris Dextra : fraktur oblique cruris dextra (4 plate & screw di fibula dan 7 plate & screw di
tibia)
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Setiap malam terasa cekot-cekot, untuk mengurangi rasa sakit periksa ke dokter dengan biaya Rp. 25.000,- . |
Agustus 09 | Berlatih berdiri mandiri dengan menggunakan walker tanpa backslap. Ketahanan punggungnya tidak betah untuk berdiri dalam jangka waktu yang lama karena stabilisasi punggungnya (internal dengan pen) sudah diambil tidak memakai korset (untuk stabilisasi eksternal). Perlu latihan penguatan otot-otot punggung. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Nanang
Umur : 25 Tahun
Alamat : Jetis Tiken Prambanan
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal :
Nanang sangat pemalu dan malas. Tidak ada luka decubitus. BAB dan BAK (dengan menggunakan plastik) tidak terasa dan terkontrol. Belum pernah latihan berdiri dengan walker karena walkernya malah berada di Solo (rumah orang tuanya) dan malah dipinjamkan ke orang lain.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Nanang mau belajar berdiri dengan menggunakan walker (walker diambil dari Solo rumah aslinya), berlatih pertama kali dengan teman-temannya (untuk mendampingi dia berlatih agar tidak jatuh) kemudian sampai seterusnya belajar mandiri. Saat berlatih dengan walker fisioterapis tidak diperbolehkan melihat, jadi sebatas hanya dengan edukasi. Pasien rajin berlatih tapi malu jika dilihat. |
Agustus 09 | Sekitar seminggu yang lalu terdapat luka decubitus dan saat itu malas latihan dan alasannya takut kalau lukanya tergores. Tapi setelah luka decubitusnya sudah kering dan sembuh, Nanang sudah berani lagi berlatih berdiri dengan walker. Nanang berlatih sendiri untuk berdiri dengan walker dan itu dilakukannya pada petang menjelang malam hari, karena Nanang masih malu jika saat latihan ada yang melihatnya sehingga diwaktu malam hari saat jendela & pintu sudah tertutup maka dia latihan. Saat itu fisioterapis juga menjelaskan mengenai kursi roda dari HI & RSOP sehingga kartu JAMKESMAS penting untuk dimiliki. Setelah mengetahui informasi tersebut, Nanang akan berusaha untuk mendapatkan kartu JAMKESMAS. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Neneng
Umur : 40 Tahun
Alamat : Nggeneng Sanggrahan Prambanan
Diagnosa : Paraplegi Frenkel B
Kondisi Awal :
Tekanan Darah 110/70 mmHg. Decubitus bawah pantat kanan luka dalam 5 cm diameter 2 cm.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Pasien dapat merasakan BAB dan BAK. Biasanya BAB 1 minggu 1 kali. Pasien tidak suka konsumsi sayur. Decubitus dirawat secara gratis oleh tetangganya yang bekerja sebagai perawat. Pasien malu keluar rumah. Pasien belum mau latihan jalan karena takut lukanya kena gesekan dan jadi semakin parah. Pasien memiliki brace untuk kedua tungkainya tapiuntuk brace kaki kiri tidak cukup karena pasien tambah gemuk menurutnya dan saat diberi bantuan brace itu sudah 3 tahun yang lalu paska gempa. |
Agustus 09 | Saat berlatih dengan walker, sudah mulai menggunakan kekuatan kedua tungkai untuk menumpu dan secara perlahan-lahan berani melemaskan kedua lengannya, walaupun sebelumnya masih terdapat perasaan takut akan jatuh padahal sudah didampingi 2 orang. Setelah mencoba beberapa kali dan dia bisa melakukannya saat itu, Neneng dan ibunya (yang mendampingi saat latihan) merasa senang sekali. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Partoyo
Umur : 35 Tahun
Alamat : Pulorejo, Gantiwarno
Diagnosa : Paraplegi Frenkel A, Susp. Fraktur VTh 12
Kondisi Awal : Keluhan : Pasien belum bisa berjalan, kondisi kesehatan secara umum sudah baik, Riwayat : Jatuh dari ketinggian saat memasang reklame besar sewaktu bekerja di Jakarta sekitar 9 tahun yang lalu. Pemeriksaan :
BAB & BAK belum terasa tapi pasien sudah melatih membiasakan diri memakai condom
cateter
Tensi 140/100 mmHg
Reflek patella & achiles (-), atrofi tungkai
Kontraktur kedua tendon achilles
Tidak ada decubitus
Gangguan sensorik dari bawah pusar sampai ke ujung kedua jari kaki, di rumah jarang
latihan untuk menggerakkan kedua tungkai. Karena tidak memiliki walker maka tidak pernah
sama sekali belajar berdiri dengan walker.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Tidak ada decubitus pada punggung / pantat. Kedua ankle pada posisi inversi dan plantar fleksi (condong menghadap ke dalam dan posisi jinjit). ADL Keseharian masih bergantung dengan kursi roda. Partoyo tidak memiliki walker. |
Agustus 09 | Jarang berlatih dengan walker karena tidak mempunyai walker. Pasien juga sibuk bekerja di bengkel KARINA (membuat motor modifikasi roda 3). Pada saat terapi kelompok di daerah Gantiwarno diajarkan untuk latihan berdiri oleh petugas FT mengingat bahwa untuk latihan penumpuan berat badan itu sangat perlu untuk mencegah osteoporosis. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : Rika Sintya Dewi
Umur : 23 Tahun
Alamat : Meger Baru Ceper Klaten
Diagnosa : Paraplegi Frenkel A
Kondisi Awal : Tensi 110 / 70 keadaan umum baik, memakai dower cateter. Kedua tungkai terlihat oedem karena sering duduk di kursi roda terlalu lama. Luka decubitus di bagian bokong (gluteus) kanan diameter 7 cm dan dalam 5 cm, jaringan granulasi baik luka kemerahan dan berbau. Decubitus kiri diameter 6 cm dan dalam 5 cm, luka sama berwarna kemerahan dan berbau. Decubitus tumit kiri diameter 4 cm dan panjang 8 cm, luka tertutup jaringan mati dan bau. Decubitus pada tumit kanan diameter 1 cm dan dalam 1 cm.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Penanganan terapi tidak dilakukan karena Rika mengalami persoalan psikologis. Dia berhalusinasi mendengar suara-suara dan jika berbicara tidak fokus. Penanganan dikonsentrasikan pada luka decubitus karena luka terjadi pada kedua pantat grade IV dan kedua tumit grade II. |
Agustus 09 | Penanganan luka decubitus di RS Moewardi dan dilakukan operasi skin graft (penambalan daging). Rika menggunakan akses JAMKESMAS. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Rita
Umur : 45 Tahun
Alamat : Randusari Prambanan
Diagnosa : Paraplegi Frenkel A
Kondisi Awal : HR 130 / 70 MmHg. Pasien mengalami berat badan berlebih & banyak berkeringat. Kedua tungkai kaki sampai jari-jari masih terasa kesemutan. Gangguan sensorik dari lutut sampai bawah.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Pada punggung bagian bawah dan pada kedua lututnya jika ditekan maka rasa nyerinya akan lama hilangnya. |
Agustus 09 | Pasien melakukan terapi secara mandiri di rumah. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Rubiyo
Umur : 48 Tahun
Alamat : Cepit Prambanan
Diagnosa : Tetrapegia, fracture compression of
Vertebrae Cervical 6
Kondisi Awal :
HR 120 / 80 mmHg. BAK menggunakan condom cateter. BAB manual dengan Handscoon. Jika BAB terlalu lama tidak keluar veses maka anus diberi sabun agar licin dan bisa cepat keluar.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Pasien sakit flu dan tidak konsumsi obat sama sekali. Karena tidak mampu membeli condom cateter maka diganti dengan balon. Dan tidak terjadi alergi atau infeksi. Luka decubitus sudah menutup. ADL dan perawatan diri (self care) masih tergantung pada orang lain yaitu istrinya yang setiap hari berada di rumah sambil membuka warung kelontong, pasien belum dapat mandiri (makan, mandi). Untuk duduknya pasien tidak bisa bertahan lama apalagi tanpa sandaran pada punggung. |
Agustus 09 | Latihan ditambah untuk gerakan motorik halus pada kedua lengan bawah dan semua jari-jari tangan, latihan memegang dan menjapit benda di sekitarnya (dimulai dari yang besar, kecil, pipih). |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Rustam
Umur : 40 Tahun
Alamat : Klegen Ceper
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : TD 90 / 60 mmHg. Kedua tungkai tidak bisa digerakkan sama sekali dan dari bawah pusar sampai ujung kedua jari kaki tidak terasa.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Kondisi pasien sedang drop dan pasien memiliki luka decubitus maleolus lateral dan diatas gluteus. Perawatan luka dilakukan secara mandiri. Petugas tidak diperbolehkan melihat dan memberikan medikasi terhadap luka tersebut. Mobilitas pasien sangat tinggi sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh. |
Agustus 09 | Fungsi Fisioterapi dalam hal ini hanya sebatas pemeliharaan saja, jadi jikalau tidak dilakukan terapi tidak apa-apa. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Saminem
Umur : 50 Tahun
Alamat : Kotesan Prambanan
Diagnosa : Fracrure of femur dextra dan cruris
Kondisi Awal : TD 120 / 70 mmHg. ADL dengan walker dan posisi kaki kanan jinjit sebelah. Pada tungkai bawah jika digunakan jalan dan berdiri terlalu lama masih terasa pegal-pegal dan jimpe yang membuat kakinya terasa berat seperti ada yang "mengganduli".
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | ADL di rumah mandiri dengan walker. |
Agustus 09 | Ibu Saminem mendapat alat bantu berupa tripot agar digunakan juga untuk latihan di rumah. Tapi pola jalannya asimetris pada panggulnya karena adanya diskrepansi (perbedaan / ada selisih) panjang tungkai. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Samiyanto
Umur : 58 Tahun
Alamat : Sawit Gantiwarno
Diagnosa : Paraplegia Frenkel B
Kondisi Awal : Keluhan : Pasien belum bisa berjalan, ada decubitus di pantat yang dulu
ukurannya besar sekarang sudah mengecil sebesar koin dan agak dalam. Kondisi kesehatan
secara umum sudah baik. Pemeriksaan :
Rontgen vertebrae thoracolumbal (5-4-2007) fraktur compresi VL 2-3 dengan pemasangan
8 plate & screw (dextra sinistra) mulai dari VTh 12 – VL4
Tensi 110/80 mmHg
Decubitus pada pantat kiri sebesar koin
Tidak ada riwayat penyakit penyerta yang lain
Kekuatan otot AGB :
Dextra : hip & knee (2), ankle (0)
Sinistra : hip & knee (1), ankle (0)
Tes Sensorik : anterior femur sudah terasa, ke distal masih belum
Reflek pattela D&S (-), achiles D&S (-)
Pen belum dilepas karena terkendala dengan yang menunggui di rumah sakit nanti belum
ada karena masih sibuk musim panen (tapi kapanpun siap dilepas)
ADL mandiri dengan kursi roda, mobilitas bagus. Sudah menjadi motivator sesama SCI.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Di rumahnya, Pak Samiyanto sudah mandiri dengan kursi rodanya. Bahkan dari hal kecil seperti mencuci bajunya sendiri dan seprai bisa dilakukannya mandiri. Hal itu juga dilakukannya untuk latihan kedua tungkainya. |
Agustus 09 | Berlatih mandiri dengan menggunakan walker dengan posisi kedua kaki dibalut dengan backslap dan dijapitkan / diikatkan dengan sepatu sandal yang dia pakai (toe raising) |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Sutiyem
Umur : 39 Tahun
Alamat : Katekan 2/1 Gantiwarno
Diagnosa : Paraplegia frenkel A, fraktur cruris dextra
Kondisi Awal : Keluhan : Pasien belum bisa berjalan, sering merasakan pusing, mual dan mau muntah. Pemeriksaan :
Tensi 110/80 mmHg
BAB dan BAK tidak terasa
Hipertonus pada kedua tungkai (spastisitas dengan ashworth scale nilai 4), clonus ankle
positif
Terdapat gangguan sensasi dari bawah pusar sampai pada ujung kedua jari kaki
Kontraktur tendon achiles
Decubitus pada pantat kanan (diobati oleh ibunya dengan obat serbuk / bubuk, 2 hari sekali
diganti kassa)
Atrofi kedua tungkai
Rontgen vertebrae (6-6-06) : Compresi Lower Thoracolumbal, untuk rontgen cruris tidak ada
(hilang)
Terdapat bekas jahitan pada cruris anterior dextra menuju ke malleolus medial dextra
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Kondisi fisik tidak baik, sudah terjadi deformitas sejak observasi. perawatan pada luka decubitus di paha atas diameter 3 cm dalam 4 cm ada jaringan mati dan bau. |
Agustus 09 | Stagnan, kondisi fisik tidak dapat ditingkatkan akibat sudah terjadi defornitas. Luka decubitus juga sedikit mengalami pertumbuhan jaringan dari arah samping. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Suginem
Umur : 50 Tahun
Alamat : Kembangsore 3/7 Dengkeng Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : HR 110 / 70 mmHg. Motorik nilai 0 dari bawah pusar sampai telapak kaki belum terasa. Kontraktur tendo achiles
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Dengan terapi kelompok dapat menghilangkan rasa jenuh. Pasien mau berlatih untuk berdiri dengan walker setelah melihat teman-temannya berlatih berdiri. Setelah latihan berdiri pasien tidak lagi mengeluh pusing. |
Agustus 09 | Kondisi fisik masih stagnan. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Sugito
Umur : 50 Tahun
Alamat : Jotangan Bayat
Diagnosa : Paraparese akibat fraktur compresi VL 2-3 dan fraktur oblique 1/3 proximal
femur dextra, drop foot, susp dislokasi clavicula dextra.
Kondisi Awal : Arm dextra terasa kemeng, posterior femur nyeri, toes ankle (I) no sensory. Saat BAB dan BAK terasa panas dan nyeri., lubang anus/dubur terasa bengkak dan perih, kedua tungkai sering terasa panas dan susah tidur. Nafsu makan menurun, TD 140/80 mmHg. Riwayat : Tertimbun reruntuhan pasir saat bekerja menggali pasir (sebelum gempa). Pemeriksaan :
Tensi 130/70 mmHg
PEN setengah tahun (6 bulan) yang lalu harusnya diambil tetapi sampai saat ini belum diambil karena kendala biaya (Rp. 14.000.000,-)
Reflek patella positif, Reflek achiles negatif.
BAK terasa tapi belum terkontrol, BAB tidak terasa
Kekuatan otot AGB : Hip (4-), Knee (4-), Ankle (0) / drop foot
Sensorik kedua tungkai terasa
Atrofi kedua tungkai
ADL mandiri dengan walker, tiap pagi biasa latihan jalan dengan paralel bar satu sisi yang dibuat sendiri dari kayu.
Rontgen Urethro Cystografi (19 Januari 2007) : Hasilnya Vesicolithiases, uretra normal.
Rontgen (11 Juni 2007) :
• Vertebrae Lumbal : fraktur compresi VL 2-3 dengan pemasangan plate & screw dari VL 1-4
• Femur : fraktur oblique 1/3 proximal femur dextra dengan pemasangan plate & screw
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Pasien sudah dapat berlatih berjalan dengan menggunakan bantuan bambu (pararel). |
Agustus 09 | Diberikan terapi latihan berupa strengthening (penguatan) kedua anggota gerak bawah. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Suharti
Umur : 63 Tahun
Alamat : Nggeneng Sanggrahan Prambanan
Diagnosa : Paraplegia Frenkel C
Kondisi Awal : TD. 140 / 80 mmHg, merasa kemeng-kemeng di kedua tungkai. Decubitus gluteus Dextra dengan diameter 5 cm dan luka berwarna kemerahan.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | BAB dan BAK sudah terkontrol. Nelaton Cateter dipasang sendiri dengan menggunkan jell oleh pasien pada waktu-waktu BAK yaitu jam 9 pagi, 2 siang dan jam 5 sore. Luka dirawat keluarga 2 kali sehari oleh adiknya sebelum berangkat kerja dan setelah pulang kerja. Kursi roda yang dipakai ukuran anak kecil, walker yang dipunyai bautnya hilang sehingga pernah diganti dengan kawat dan sering diganti-ganti dengan sekrup jadi sudah tidak bisa dilipat lagi. Pasien melakukan latihan jalan sendiri saat pagi hari sambil berjemur. Perawatan luka sudah dilakukan dengan obat-obatan yang benar saat petugas perawat mengedukasikan ke pasien (karena pada awalnya obat yang digunakan adalah salep 88). |
Agustus 09 | Latihan mandiri di rumah dengan walker dan melakukan gerakan-gerakan tungkai yang telah diajarkan oleh fisioterapis (active & free exercise). |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Sutrisno
Umur : 26 Tahun
Alamat : Kupang Karangdowo
Diagnosa : Paraplegia Frenkel C
Kondisi Awal : TD 100 / 70 mmHg. Droop foot ankle kanan dan kiri. Atrophi gastrocnemius & soleus.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Hawa dingin membuat pasien merasa cekot-cekot pada kedua kaki, panas kemramyas dan kesemutan. |
Agustus 09 | Saat fisioterapis datang pasien sudah latihan berjalan dengan kruk di paralel bar agar aman. Dan disana ada tetangga yang mau membantu melatih, serta tetangganya ada yang mau mengantarkan pasien untuk ”ngebur” kedua kruk-nya agar pas untuk dipakai ke tempat orang yang memiliki bor. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Sukarni
Umur : 41 Tahun
Alamat : Gatak 1/1 Brangkal Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel C
Kondisi Awal : HR 120 / 80, kontraktur tendo achiles dextra & sinistra. motorik hip (2) knee & ankle 0. Sensorik mulai lutut ke distal belum terasa.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Kaki yang kaku sudah mulai terasa lemas. Pasien melakukan latihan berdiri dan berjalan secara mandiri. Pernah karena terlalu bersemangat latihan sampai kedua kakinya bengkak. |
Agustus 09 | Pasien sering latihan berdiri karena sadar bahwa jika tidak digunakan untuk menumpu maka akan terjadi osteoporosis (pengeroposan tulang ). |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Sumarjo
Umur : 44 Tahun
Alamat : Tegalsari 10/5 Pacing Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : Pasien sudah lama tidak melakukan latihan berdiri dengan walker (tidak ada yang mendampingi dan takut jatuh).
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | BAB terasa ada tanda-tandanya tapi masih agak sulit. BAB dilakukan secara mandiri di kamar mandi. Luka decubitus ada di selangkangan dan pasien sudah bisa merawatnya secara mandiri berdasarkan apa yang diketahui dan sebatas membersihkan dan memberi betadin. Luka decubitus sedalam 1 cm. Obat-obatan yang digunakan untuk merawat luka adalah NaCl, betadine dan bioplacenton. |
Agustus 09 | Masih sering drop karena kegiatan pengukuran kursiroda di RSOP. Dan juga mengikuti training KSM. Tekanan darah juga sering naik turun tidak terkonyrol. Masalah psikologis dalam keluarganya dirasa berat sekali oleh Pak Marjo karena mengingat istrinya yang meninggalkannya hanya karena dirinya cacat sejak gempa. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Sumarni
Umur : 41 Tahun
Alamat : Jombor Gantiwarno
Diagnosa : Paraplegi Frenkel B Fraktur Compresi VL 2
Kondisi Awal : Keluhan : Merasakan panas-panas pada kedua kaki
Pemeriksaan :
Rontgen Thoracolumbal (1-6-2006) tampak fraktur compresi VL 2 dengan pemasangan 8
plate & screw (dextra sinistra) mulai dari VTh 12 – VL4
Tensi 100/70 mmHg
Adanya decubitus pada pantat kiri sebesar uang logam
Reflek patella & achiles negatif, kekuatan otot 0 (Hip, Knee, Ankle)
Gangguan fungsi bladder bowel (BAB & BAK belum terasa), gangguan sensasi dari kedua
lutut sampai kedua ujung jari kaki
Di rumah memakai kasur elektrik, ADL : BAB & BAK memakai pempers, bisa berpindah
dari tempat tidur ke kursi roda maupun sebaliknya, aktivitas keseharian memakai kursi roda, ke
kamar mandi mandiri, tapi jika keluar rumah harus ada yang membantu untuk mendorong
kursi roda karena jalan depan rumah tidak akses (jalan rusak & ada jeglongan).
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Senang bisa ikut terapi kelompok karena pada awalnya terapi dilakukan secara visite karena ada luka decubitusnya. |
Agustus 09 | Kekuatan otot kedua tungkai masih sama. Dan pasien merasakan tungkai kiri semakin kuat jikalau dibuat latihan untuk berdiri dengan walker dan jika latihan berjalan ditopang dengan memakai backslap. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Sumarmi
Umur : 50 Tahun
Alamat : Jiwo Trotok Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A dan stroke
Kondisi Awal : Tensi 160 / 100 mm hg. Pasien mengalami stroke dan paraplegia. Aphasia motorik, spastisitas anggota gerak sisi lesi (kanan), gangguan bicara, kognitif, koordinasi
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | IR, stimulasi elektris, terapi latihan (PNF bobath), latihan koordinasi. |
Agustus 09 | Komunikasi masih sulit, tapi tangannya (kanan) yang mengalami hemiparesis dextra (stroke) tidak sekaku dahulu waktu penguluran pertama kali. Lebih bisa mudah & luwes digerakkan, selain itu juga bisa lebih kuat digerakkan. Jika tangan diangkat ke atas tidak perlu bantuan tangan yang kiri, dapat digerakkan ke atas sendiri. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Sumiyem
Umur : 53 Tahun
Alamat : Pacalan Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel B
Kondisi Awal : HR 110 / 70 mmHg. Motorik hip (1) knee & ankle (0) sensorik paha ke distal. Kontraktur tendo achiles. BAB belum terkontrol.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Dahulu mempunyai luka decubitus di punggung tapi sudah sembuh. Pasien berbagi pengalaman punya decubitus kepada difabel lain yang sekarang memiliki luka decubotus seperti Pak Marjo yang juga mengikuti terapi kelompok di daerah wedi. Pasien merasa senang dengan melakukan terapi di kelompok. Pasien merasa termotivasi untuk melakukan terapi secara mandiri. Bahkan menantu satu-satunya yang sering berada serumah sekarang ini juga mau untuk membantu ibunya mendampingi latihan. |
Agustus 09 | Pasien termotivasi untuk latihan berdiri karena sudah sadar bahwa jika tidak digunakan untuk menumpu maka akan terjadi osteoporosis (pengeroposan tulang ). |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Supardi
Umur : 50 Tahun
Alamat : Kotesan Prambanan
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : Kondisi kesehatan sedang drop karena sering sakit perut dan kedua tungkai kaki kaku. BAB & BAK incontinence, memakai plastik.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Setelah terapi kedua tungkai merasa lemas dan nyaman. |
Agustus 09 | Stagnan |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Suparyani
Umur : 42 Tahun
Alamat : Gesikan Gantiwarno
Diagnosa : Paraparese
Kondisi Awal : Pemeriksaan :
Masih terpasang pen pada tulang belakang dan pada tungkai bawah kiri (pen akan diambil di
RS Bulan Sabit Prambanan, menunggu panggilan)
Pasien berjalan dengan menggunakan alat bantu tripot
Tes Sensorik AGA : AGB = 1000 : 500
Rumah dan lingkungan sekitar akses
Alat bantu yang dimiliki :
1. Walker 1 buah, kondisi berkarat dan sudah tidak layak pakai, sudah tidak digunakan lagi.
2. Tripot 1 buah, kondisi baik digunakan untuk mobilitas sehari-hari.
Alat bantu yang dipakai sehari-hari dirumah adalah walker. Kadang jika keluar rumah/ pergi dengan menggunakan tripot.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Saat ini belajar berjalan tanpa alat bantu tetapi keseimbangan belum baik sehingga masih sering akan terjatuh saat berjalan. |
Agustus 09 | Dilakukan operasi pencabutan pen. Saat ini belajar berjalan tanpa alat bantu. Keseimbangan sudah mulai membaik. Sudah mampu melakukannya dengan jarak tempuh 5 meter bolak-balik (10 meter). |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Supinah
Umur : 63 Tahun
Alamat : Ngemplak Gantiwarno
Diagnosa : Post Fracture collum femur dengan AMP
Kondisi Awal : HR 120 / 70 mmHg. Walker yang dimiliki sudah rusak. Tripot yang sehari-hari dipakainya pun juga karatan dan rusak, beberapa ditambal dan diikat dengan kawat. Memiliki 1 kursi roda tapi juga jarang dipakainya kecuali jika walker dan tripotnya sudah rusak.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | ADL mandiri dengan tripot. Mendapat bantuan tripot baru karena tripotnya yang lama sudah rusak parah dan tidah bisa terpakai lagi. Kebutuhan ekonomi bergantung pada suaminya yang bekerja sebagai buruh dan memelihara 17 ekor bebek di rumah. Bisa melakukan aktifitas sehari-hari secara mandiri. |
Agustus 09 | Setelah diterapi pahanya terasa lebih enak digunakan untuk jalan. Walaupun jalannya agak asimetris / pincang karena memang terdapat diskrepansi panjang tungkai selisih 4 cm. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Supriyadi
Umur : 55 Tahun
Alamat : Jimbung Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel D
Kondisi Awal : Kekuatan otot secara motorik ada tapi sensoriknya tidak ada, jadi mulai dari bawah pusar sampai ujung kedua jari kaki mengalami gangguan sensorik.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Kondisi sekarang ini sudah mulai terasa sensoriknya pada bagian kedua lutut. Motorik belum ada perkembangan. |
Agustus 09 | Kekakuan kedua tungkai milai agak menurun dengan program matras exercise. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Suranto
Umur : 50 Tahun
Alamat : Krikilan Kayu Apak Bayat
Diagnosa : Paraplegia Frenkel B
Kondisi Awal : Keluhan : Pasien belum bisa berjalan, kaki kanan panas, kaki kiri panas & terasa sangat kaku serta bengkak pada punggung kaki karena adanya luka (kena air panas + 15 hari yang lalu), juga mengeluh sering masuk angin dan pusing. Pemeriksaan :
BAB & BAK lancar, jika sudah terasa ingin BAK sudah diusahakan untuk ke kamar mandi
ADL mandiri dengan memakai kursi roda
Terdapat hipertonus (spastisitas dengan ashworth scale : 4)
Tensi 140 / 90 mmHg
Reflek patella & achiles meningkat, clonus ankle positif
Atrofi kedua tungkai
Rontgen vertebrae lumbosakral : Fraktur compresi axial corpus VL 1, Alignment normal,
DIV normal.
MRI (10-5-2006) :
- Malalignment Vertaebra Thoracolumbal, hiperfleksi positif.
- Tampak kompresi corpus VL 1 bentuk wedge, flexión type.
- DIV Th XII – L 1 sempit ringan, tidak tampak bulging disc.
- Medulla spinalis normal, tidak tampak lesi intra
/ ekstrameduler serta tidak tampak mass paravertebra.
Pasien memiliki riwayat maag.pasien memiliki riwayat gasttritis, pasien memiliki luka bakar
(tersiram air panas) sudah 1,5 bulan yang lalu.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | BAK & BAB terkontrol, BAB biasanya tiap 2 hari sekali. Luka combustio di telapak kaki kanan sudah mulai mengering. Latihan berdiri dilakukan dengan menggunakan alat bantu brease dan walker, latihan berjalan dilakukan secara mandiri. |
Agustus 09 | Kekakuan kedua tungkai mulai agak menurun dengan program matras exercise. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Sutarno
Umur : 48 Tahun
Alamat : Titang Jogonalan
Diagnosa : Paraplegia Frenkel B
Kondisi Awal : HR 150 / 100 mmHg. Spatisitas pada kedua kaki. Dan pasien sedang migren. Tidak ada luka decubitus, BAK& BAB terasa & sudah dibiasakan untuk ke kamar mandi, gangguan sensorik mulai dari bawah pusar ke distal. Ankle clonus positif, ADL mandiri dengan kursi roda.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Terapi secara berkelompok pasien merasa memiliki motivasi dan terhibur karena bertemu dengan teman-teman senasib. |
Agustus 09 | Kondisi fisik masih stagnan. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Suwoko
Umur : 67 Tahun
Alamat : Pulorejo Gantiwarno
Diagnosa : Paraparese
Kondisi Awal : Keluhan : Terasa kemrinyis dan berat untuk jalan pada kedua kaki
Pemeriksaan :
Tidak ada luka decubitus
BAK terasa (memakai pispot), BAB terasa (kadang 3 hari sekali atau seminggu sekali)
Kekuatan otot kedua tungkai / dextra sinistra : hip & knee (4), ankle (0), drop foot
Sensorik kedua tungkai terasa
ADL : mandiri dengan walker untuk kesehariannya, Pasien hanya di rumah saja karena
usianya juga sudah tua
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Drop foot pada kedua ankle. BAK dengan condom cateter, untuk ADL keseharian dengan menggunakan walker |
Agustus 09 | Kondisi fisik masih stagnan. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Titin
Umur : 45 Tahun
Alamat : Ngangkruk Prambanan
Diagnosa : Paraplegia Frenkel D
Kondisi Awal : TD 110 / 70 mmHg. Drop foot ankle kanan. Alat bantu yang dipakai adalah elbow kruk.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Keseimbangan berdiri mulai membaik. Sudah belajar meninggalkan alat bantu dengan rambatan pada dinding. |
Agustus 09 | Pasien sudah bisa berjalan tanpa alat bantu dan berani ke pasar sendirian untuk kulakan warung kelontongnya dengan menggunakan sepeda ayun. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Aris Tugiyo
Umur : 55 Tahun
Alamat : Pengkol Dengkeng Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : HR : 130 / 80 mmHg. Dower Cateter diganti tiap 2 minggu 1 kali. ADL mandiri dengan kursi roda, tapi sampai sekarang belum bia memakai celana mandiri, masih memerlukan bantuan istrinya.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | BAB terkontrol tapi agak sulit, BAB dilakukan setiap hari. Dapat mengantisipasi apabila kaki membengkak dengan cara saat duduk di kursi roda maka kedua kakinya diluruskan disangga kursi biasa pada kedua tumitnya. |
Agustus 09 | Kondisi fisik masih stagnan. Setelah mengikuti pemeriksaan massal korban gempa di Puskesmas Gantiwarno pada dokter Semarang disarankan untuk menggunakan condom cateter sebagai pengganti dower cateter. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Wahyu Kristina
Umur : 9 Tahun
Alamat : Birin Gantiwarno
Diagnosa : Cerebral Palsy
Kondisi Awal : Diagnosa CP Flaccid, Kondisi : berat badan saat lahir 2,1 kg. BAB BAK terasa,dengan cara sering memberi sinyal ke orangtuanya. Pasien sudah bisa miring, bangun dari tidur, berguling, merangkak tapi belum bisa bangun dari duduk. Dulu saat lahir bayi kondisi lemas dan suaranya lemah, usia ibu saat itu 35 th. Keluhan utama : jalan belum bisa. Bisa berjalan jika dengan paralel bar di rumah.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Fungsi Fisioterapi dalam hal ini hanya sebatas pemeliharaan saja, jadi jikalau tidak dilakukan terapi tidak apa-apa. Wahyu Kristina juga mendapatkan suplay nutrisi dari InterAksi etiap bulannya, meliputi : susu kedelai, telur dan madu asli. |
Agustus 09 | Bidan desa sudah menganjurkan untuk merujuk ke Puskesmas Gantiwarno karena sudah terdapat fisioterapist-nya |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Wido
Umur : 55 Tahun
Alamat : Padangan Palar Trucuk
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : TD 170 / 90 mmHg. Decubitus bawah gluteus Dextra, luka dengan diameter 4 cm kedalaman 2 cm luka bagian dalam kotor karena luka biasanya diberi bedak dan di tampon dengan kapas.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | BAB dan BAK belum terkontrol. Ada trophic change pada kulit mulai dari bawah kedua lutut sampai kedua ujung jari kaki. |
Agustus 09 | Saat fisioterapis datang ke rumah pagi harinya, kondisi Bp. Wido merasa kedingingan dan memakai selimut, tensi 120/80 mmHg dan merasa pusing. Tuturnya beliau merasa kecapekan karena 2 hari yang lalu terlalu keasyikan keluar rumah memakai kursi roda, mengingat banyak tetangganya yang mengadakan hajatan. Karena kadang para tetangganya menanyakan jika Bp. Wido sudah lama tidak keluar rumah. Untuk makan kesehariannya dari usaha membuat ”besek” oleh istrinya & hanya kadang-kadang dibantu diberi uang oleh anaknya. Jika Bp. Wido merasa enakan dan badannya agak segar, beliau membantu istrinya membuat ”besek” dengan posisi tiduran terlentang di bed dan anyaman-anyaman ”besek” diletakkan di dadanya kemudian kedua tangannya yang merangkai. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Yulianto
Umur : 44 Tahun
Alamat : Beloran Madurejo Piyungan Prambanan
Diagnosa : Paraplegia Frenkel B
Kondisi Awal : Decubitus gluteus dextra. Luka hampir menutup. Keadaan luka bersih berwarna merah. Diameter 3 cm di permukaan kulit. Di rumah juga sering melakukan terapi latihan mandiri untuk sekedar menggerakkan kedua tungkainya dan juga teratur melakukan latihan penguatan otot tangan dengan push-up di tempat tidur/ bed. BAK memakai plastik.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Pasien termotivasi dan mau melakukan latihan berdiri menggunakan walker dan brace. BAB dan BAK belum terkontrol jika tidak memakai pempres masih ngompol. Terapi kelompok dapat menumbuhkan motivasi pasien karena mereka bertemu dengan teman dan dapat sharing. |
Agustus 09 | Mengikuti training di Pusat Rehabilitasi di daerah Bantul mulai bulan Juli 09 yang direncanakan selama 6 bulan. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Slamet Ny.
Umur : 50 Tahun
Alamat : Bero Trucuk
Diagnosa : Post Fracture 1/3 Proximal Femur Dextra
Kondisi Awal : Pada paha kanan jika untuk jalan agak jauh tidak kuat, merasa nyeri sekali jika dipaksakan. Luas gerak sendi lutut kanan untuk gerakan fleksi (menekuk) hanya sebatas 45 derajat padahal full yang diharapkan seperti yang kiri 120 derajat.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Di rumah mau melakukan exercise therapy (terapi latihan) mandiri seperti yang diajarkan fisioterapist pada berbagai posisi seperti duduk ongkang-ongkang dan pada posisi tengkurap agar otot-otot paha kanan tetap terlatih. |
Agustus 09 | Stagnan. Masih berlatih terapi latihan mandiri di rumah. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI

Nama : Agus Susanto / Bejo
Umur : 26 Tahun
Alamat : Ngablak Prambanan
Diagnosa : Paraplegia Frenkel B
Kondisi Awal : ADL di rumah mandiri dengan kursiroda. Sering melakukan terapi latihan di rumah secara mandiri untuk latihan kedua tungkainya dan juga belajar berdiri dan berjalan dengan paralel bar yang dibuat oleh ayahnya sendiri dari 2 bambu.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Belum pernah mengikuti terapi kelompok Prambanan (sibuk karena adanya pesanan handicraft). |
Agustus 09 | Mengikuti 1 x terapi kelompok Prambanan, mulai ikut bulan Juli 09 dan baru sekali mengikuti kegiatan terapi kelompok. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : Slamet Bp
Umur : 50 Tahun
Alamat : Trucuk
Diagnosa : Post Amputee Below Knee Sinistra
Kondisi Awal : Pasien mempunyai luka pada ujung stump (ujung bekas amputasi) karena Bapak Slamet juga memiliki penyakit penyerta yaitu Diabetes Mellitus (gula) dan juga Katarak mata kanan. Dan mata yang sebelah kiri juga sudah mulai rabun sehingga memerlukan kaca mata. Dan kaca mata yang dipunyainya kadang baru dipakai seminggu harus ganti baru lagi karena sering tidak cocok setelah membeli.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Pasien bukan merupakan korban gempa. Untuk alat bantu prostese (kaki palsu) yang dimilikinya adalah miliknya sendiri dan juga buatannya sendiri. Alas prostese-nya dari kayu "teklek" yang dibuat menyerupai punggung kaki yang dibalut dengan sepatu dan tungkai bawahnya dari lipatan seng yang berisi busa hitam. Dan bagian atasnya diikatkan pada sabuk pahanya. |
Agustus 09 | Bapak Slamet mengikuti program pembuatan kaki palsu gratis yang diadakan di Bantul. Sebenarnya ada 2 program yaitu pembuatan kaki palsu gratis dan operasi katarak gratis tapi didahulukan dahulu yang pembuatan kaki palsu karena jika operasi katarak masih terdapat pertimbangan adanya penyakit gula. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Profil Dampingan Individu SCI
Nama : Muji
Umur : 60 Tahun
Alamat : Panggil Gantiwarno
Diagnosa : Paraplegia e.c Spondylosis
Kondisi Awal : Pasien pertama kali merasakan sakit pada punggungnya dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit. Disana menjalani rawat inap (opname) selama 15 hari dan hanya diberikan obat, tiba-tiba pasien merasakan bahwa kedua tungkainya tidak dapat digerakkan, padahal sebelum di rawat di rumah sakit, pasien ini bisa berjalan akan tetapi saat ini tidak bisa berjalan, sensorik kedua tungkai tidak terasa mulai umbilikus (pusar) ke distal (bawah). BAB dan BAK tidak terasa dan tidak terkontrol. Segmen tulang belakang yang terkena pada segmen thorakal 12. Di rumah pasien tidak memiliki kursi roda. Dari pihak InterAksi ada perguliran kursiroda dari difabel yang sudah tidak memakainya kembali, dan Pak Muji mendapatkan kursiroda dari dampingan InterAksi yaitu Pak Wido yang tinggal di Trucuk.
Waktu | Keterangan |
Juni 09 | Difabel baru, dijumpai bulan Agustus 09. |
Agustus 09 | Baru dilakukan 1x observasi & assesment. |
September 09 | Pasien kondisinya lemah, mengalami sesak napas sehingga dirawat di rumah menggunakan selang oksigen di hidungnya. Tabung oksigennya menyewa dari apotik yang ada di desanya dan isi oksigennya harus membeli dengan biaya Rp. 80.000,-. BAK dibantu dengan menggunakan dower cateter ukuran 16 dan setiap 2 minggu sekali diganti oleh Pak Mantri Desanya yang datang visit ke rumahnya dengan biaya Rp. 70.000,00- dengan DC dan urine bag-nya. Tapi jika keluarganya sudah menyediakan DC ukuran 16 & Urin bag-nya maka hanya membayar Rp 50.000,- untuk sekedar mengganti cateter itu. Terdapat luka decubitus pada kedua pantatnya, karena kondisinya yang bed rest di tempat tidur. |
Oktober 09 | |
Nopember 09 | |
Desember 09 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar