Nama : Kartini
Umur : 53 Tahun
Alamat : Tegalsari 7/3 Kadibolo Wedi
Diagnosa : Fraktur 1/3 Proximal Shoulder Sinistra
Kondisi Awal : Nyeri dan kaku dirasakan pasien pada bahu dan lengan bawah tangan kiri karena jarang l latihan di rumah
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | — Saat ini pasien mulai belajar berjalan dengan Tripot yang sebelumnya menggunakan walker. — Mengalami kekakuan pada sendi siku tangan kiri. Setelah mengikuti terapi kelompok wedi, Ibu Kartini termotivasi dan di rumahnya sedikit demi sedikit berupaya bisa racik-racik bumbu untuk memasak di dapur karena biasanya dilakukan anaknya. Dan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan di rumah bisa mandiri. Luas Gerak Sendi (Range Of Motion) pada sendi bahu dan lengan bawah sedikit demi sedikit bertambah, karena latihan tidak hanya dilakukan pada posisi duduk/berdiri saja tapi juga diajarkan / diedukasikan latihan pada saat berbaring / tidur terlentang. |
Ekonomi | Dirumah mempunyai usaha warung kelontong, yang mengelola keluarga karena selama ini untuk belanja barang dagangan dibantu anaknya. Punya lahan sawah karena suaminya seorang petani. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | Membutuhkan modal untuk pengembangan usaha warungnya. |
Nama : Kisman
Tgl Lahir : 31 Desember 1957
Alamat : Sarap 2/1 Pesu Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : HR 120 / 80 mmHg. Sensorik mulai lutut ke distal paraesthesia, pusar ke distal belum terasa. Motorik 0. Terdapat kontraktur tendo achiles. KU : Lemah dan bedrest.
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | — Kondisi secara umum labil, sering drop. Saat ini pasien belum bisa mandiri, aktifitas tergantung pada istrinya. — Ada luka pasca operasi saluran kencing yang saat ini belum sembuh. (Luka sudah sejak April 2009). Bulan Juni 09 pernah opname selama 1 bulan di rumah sakit untuk perawatan infeksi kantung pelir (scrotum). Pasien menggunakan cateter dan luka jahitan masih basah. Luka di scrotum bawah dekat pirenium terbuka dan basah diameter 1,5 cm, dalam 0,5 cm kadang-kadang keluar nanah. — BAK (Buang Air Kecil) menggunakan dower cateter / DC yang harus diganti tiap dua minggu sekali oleh perawat dari Rumah Sakit Tegal Yoso dengan biaya RP. 50.000 sekali datang. BAB (Buang Air Besar) juga belum terasa dan dilakukan di tempat tidur. — Sering drop karena selain kondisi fisiknya juga asupan nutrisi yang kurang, sehingga luka bekas operasi menjadi lama sembuhnya. |
Ekonomi | Ekonomi ditopang istrinya buruh serabutan sambil merawat suami. Tidak memiliki usaha produktif.Ekonomi kadang-kadang dibantu anaknya. Bapak Kisman juga mempunyai anak yang baru saja lulus SMK tetapi belum bekerja. |
Asuransi | Jamkesmas |
Kebutuhan | — Ganti Cateter dua minggu sekali @ Rp. 50.000 — Biaya medikasi luka tiap hari @ Rp. 5.000 — Modal Usaha dirumah untuk istrinya (karena suami sering emosi jika ditinggal istrinya terlalu lama) — Tambahan nutrisi untuk menjaga kesehatan dan stamina. |
Nama : Suginem
Tgl Lahir : 31 Desember 1960
Alamat : Kembangsore 1/7 Dengkeng Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : HR 110 / 70 mmHg. Motorik nilai 0 dari bawah
pusar sampai telapak kaki belum terasa. Terdapat
kontraktur tendo achiles
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | — Sering drop. Kondisi fisik sangat lemah. — BAK (Buang Air Kecil) dan BAB (Buang Air Besar) belum terasa, dilakukan di tempat tidur (dulunya dengan nelaton tapi sekarang tidak teratur) — Kondisi rumah kumuh, bau dan kotor. |
Ekonomi | Suami meninggal bulan Juni 2009. Dirumah tinggal dengan 3 anak laki-laki semua. Yang sulung mengalami gangguan jiwa, yang kedua masih sekolah kelas 3 STM, yang bungsu masih sekolah di SLTP. Kebutuhan sehari-hari mengandalkan bantuan dari saudara-saudara terdekat dan tetangga. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | — Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil) Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500. — Bea siswa untuk kedua anaknya yang masih sekolah. — Tunjangan untuk menopang kebutuhan sehari-hari. — Nutrisi untuk menjaga stamina tubuh. |
Nama : Sukarni
Umur : 41 Tahun
Alamat : Gatak 1/1 Brangkal Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel C
Kondisi Awal : HR 120/ 80, kontraktur tendo achiles dextra &
sinistra. motorik hip (2) knee & ankle 0.
Sensorik mulai lutut ke distal belum terasa.
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | · Kondisi fisik stagnan, BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil) belum terasa menggunakan pempers. · Kaki yang kaku sudah mulai terasa lemas. Pasien melakukan latihan berdiri dan berjalan secara mandiri. Pernah karena terlalu bersemangat latihan sampai kedua kakinya bengkak. · Pasien sering latihan berdiri karena sadar bahwa jika tidak digunakan untuk menumpu maka akan terjadi osteoporosis (pengeroposan tulang). |
Ekonomi | Perekonomian keluarga mengandalkan suaminya yang bekerja sebagai buruh serabutan, di perkebunan tembakau dan selain itu suaminya juga menjadi petani. Dulu pernah memiliki usaha menjual es juice, es batu, es lilin dan es sedu tapi sekarang sudah mati. Memiliki 3 orang anak, yang sulung sudah lulus sekolah tapi belum bekerja, yang ke-2 masih sekolah di bangku SMK, yang bungsu tidak sekolah karena mengalami gangguan mental. |
Asuransi kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | — Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil) Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500 — Modal untuk usaha. — Beasiswa sekolah untuk anak. |
Nama : Sumarjo
Tgl Lahir : 10 Desember 1969
Alamat : Tegalsari 10/5 Pacing Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : Pasien sudah lama tidak melakukan latihan
berdiri dengan walker (tidak ada yang
mendampingi dan takut jatuh).
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | · Kondisi labil, sering drop. Tensi darah fluktuatif tapi cenderung hipertensi. November kemarin pasien baru keluar dari Rumah Sakit karena mengalami infeksi pada luka decubitusnya (sepsis) pada gluteus. Luka decubitus ada di selangkangan dan pasien sudah bisa merawatnya secara mandiri berdasarkan apa yang diketahui dan sebatas membersihkan dan memberi betadin. Luka decubitus sedalam 1 cm. Obat-obatan yang digunakan untuk merawat luka adalah NaCl, betadine dan bioplacenton. · BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil) belum terasa sehingga selama ini menggunakan condom cateter. BAB terasa ada tanda-tandanya tapi masih agak sulit. BAB dilakukan secara mandiri di kamar mandi. |
Psikologis | Setelah adanya gempa Klaten 2006, istrinya meninggalkannya karena dianggap cacat dan nantinya tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Sang istri kembali ke rumah orang tuanya. Beban psikologis yang berat menimpa Pak Marjo, karena hanya dirawat oleh ibunya yang sudah tua. |
Ekonomi | Perekonomian mengandalkan ibunya yang sudah janda dan lansia yang menjual “gethuk” di pasar. Memiliki tanggungan 1 orang anak yang sekolah di SMK. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | — Condom Cateter untuk BAK (Buang Air Kecil) per minggunya memerlukan dana Rp 15.000 untuk kebutuhan BAK (Buang Air Kecil) yang meliputi : 1. Pemakaian condom cateter 2 kali ganti seminggu, untuk condom cateter @ Rp 3.500 2. Untuk urine bag (kantong pipis) 1 kali seminggu ganti @ Rp 8.000 — Bea siswa untuk anaknya. — Medikasi dan obat-obatan untuk luka decubitus yang intensif. Meliputi : 1. Obat yang dipakai untuk luka decubitusnya adalah Oxoferin dengan harga Rp 80.000 per botol tube yang dipakai habis dalam 1 minggu. 2. Untuk kassa yang dipakai 7 dus per minggu, @ kassa seharga Rp 3.000. 3. Kebutuhan Na Cl 1 flabot per minggu dengan harga Rp 6.000. 4. Untuk plester yang digunakan 1 roll tanggung yang habis dalam seminggu seharga Rp 25.000 |
Nama : Sumarmi
Tgl lahir : 31 Desember 1961
Alamat : Jiwo Kulon 6/3 Trotok Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A dan Stroke
Kondisi Awal : Tensi 160 / 100 mm hg. Pasien mengalami stroke
dan paraplegia. Aphasia motorik, spastisitas
anggota gerak sisi lesi (kanan), gangguan bicara,
kognitif, koordinasi
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | · Kondisi fisik pasien stagnan, pasien juga stroke, sampai sekarang belum bisa bicara karena stroke nya. · Memiliki luka decubitus pada pantat di dua tempat. BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil) belum terasa, biasanya menggunakan pempers. · FT : IR, stimulasi elektris, terapi latihan (PNF bobath), latihan koordinasi. · Komunikasi masih sulit, tapi tangannya (kanan) yang mengalami hemiparesis dextra (stroke) tidak sekaku dahulu waktu penguluran pertama kali. Lebih bisa mudah & luwes digerakkan, selain itu juga bisa lebih kuat digerakkan. Jika tangan diangkat ke atas tidak perlu bantuan tangan yang kiri, dapat digerakkan ke atas sendiri. |
Ekonomi | Secara ekonomi sudah mampu. Mendapat pensiunan dari perusahaan tempat dia bekerja sebelum gempa. Suaminya bekerja sebagai sopir dan memiliki usaha carter mobil. Memiliki 1 orang anak yang masih sekolah di SD. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | — Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil) Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500 — Medikasi luka dan obat-obatan untuk decubitus, meliputi :
|
Nama : Sumiyem
Umur : 53 Tahun
Alamat : Pacalan 2/5 Sukorejo Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel B
Kondisi Awal : HR 110 / 70 mmHg. Motorik hip (1) knee &
ankle (0) sensorik paha ke distal. Kontraktur
tendo achiles. BAB (Buang Air Besar) belum
terkontrol.
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | · Kondisi fisik stagnan, bisa berdiri dengan menggunakan walker. · Aktivitas menggunakan kursi roda. · BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil) menggunakan pempers. · Dahulu mempunyai luka decubitus di punggung tapi sudah sembuh. Pasien berbagi pengalaman punya decubitus kepada difabel lain yang sekarang memiliki luka decubitus seperti Pak Marjo yang juga mengikuti terapi kelompok di daerah wedi. Pasien merasa senang dengan melakukan terapi di kelompok. Pasien merasa termotivasi untuk melakukan terapi secara mandiri. Bahkan menantu satu-satunya yang sering berada serumah sekarang ini juga mau untuk membantu ibunya mendampingi latihan. |
Ekonomi | Pasien memiliki warung kelontong dirumah, tinggal bersama anak dan menantunya yang bekerja sebagai penjual syomai keliling sebagai sambilan. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | — Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil). Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500 — Modal usaha untuk pengembangan warung kelontongnya. |
Nama : Aris Sumarto Tugiyo
Tgl Lahir : 1 November 1953
Alamat : Pengkol 2/8 Dengkeng Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel A
Kondisi Awal : HR : 130 / 80 mmHg. Dower Cateter diganti tiap 2 minggu 1 kali. ADL mandiri dengan kursi roda.
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | Kesehatan labil, belum lama ini baru keluar dari Rumah Sakit karena mengalami infeksi kandung kancing sehingga harus menjalani operasi. BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil) belum terasa sehingga menggunakan Dower Cateter karena selalu infeksi jika menggunakan Condom Cateter. Jika terlalu lama duduk di atas kursi roda maka pada kedua kakinya bengkak. Mobilitas ADL dengan kursi roda. Tapi sampai sekarang belum bia memakai celana mandiri, masih memerlukan bantuan istrinya. Tidak terdapat luka decubitus. |
Ekonomi | Mengandalkan istrinya yang seorang buruh serabutan. Sudah tidak memiliki tanggungan anak sekolah. Kadang istrinya juga menanam kangkung / bayam di sekitar kebun rumahnya di lahan kosong. Bapak Aris belum mempunyai usaha semenjak menjadi SCI yang mana sebelum gempa memiliki usaha bengkel sepeda motor. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | — Penggantian Dower Cateter / DC di Rumah Sakit gratis dengan JAMKESDA tapi untuk biaya transport sekitar Rp 50.000,- untuk bensin dan peminjaman motor roda 3, atau jika tidak ada motor roda 3 maka harus sewa mobil 1 hari Rp 150.000,- — Modal usaha produktif. |
Nama : Jumadi
Alamat : Tegalsari 11/6 Pacing Wedi
Tgl Lahir : 12 Februari 1977
Diagnosa : Post Amputee Below Knee Sinistra
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | Pasien juga memiliki riwayat penyakit epilepsi yang sering kambuh. Rasa nyeri masih dirasakan hilang-timbul pada stump (bekas amputasi). Prosthese yang dimiliki ada 2 buah tapi sudah rusak semuanya karena pada bagian anklenya sudah retak dan ada yang pecah. |
Ekonomi | Pasien bekerja sebagai buruh serabutan, memiliki kambing peliharaan. Memiliki 1 orang anak yang masih balita (2 tahun). Sedangkan sang istri tidak bekerja dan hanya di rumah merawat anaknya. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | — Prosthese untuk aktivitas, karena yang dimiliki sudah rusak dan sudah pada retak bahkan pecah. — Modal usaha. |
Nama : Dul Waginem
Alamat : Sembung 27/10 Sukorejo Wedi
Umur : 73 tahun
Diagnosa : Fracture Cruris
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | PEN pada tungkai bawah sudah di lepas. Kondisi stagnan, sudah bisa mandiri dengan 1 kruk, kadang jika jaraknya dekat bisa beraktivitas tanpa alat bantu tapi dengan sedikit rambatan. |
Ekonomi | Memiliki warung jajanan yang menjual makanan ringan tapi sangat terbatas dagangannya. Tinggal bersama anak dan suaminya di rumah IOM. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesda |
Kebutuhan | Tambahan modal untuk usaha dagang yang dijalaninya. |
Nama : Sugito
Umur : 50 Tahun
Alamat : Jotangan 06/ Jotangan, Bayat
Diagnosa : Paraparese akibat fraktur compresi VL 2-
3 dan fraktur oblique 1/3 proximal
femur dextra, drop foot, susp dislokasi
clavicula dextra.
Kondisi Awal : Arm dextra terasa kemeng, posterior femur nyeri, toes ankle (I) no sensory. Saat BAB dan BAK terasa panas dan nyeri., lubang anus/dubur terasa bengkak dan perih, kedua tungkai sering terasa panas dan susah tidur. Nafsu makan menurun, TD 140/80 mmHg. Riwayat : Tertimbun reruntuhan pasir saat bekerja menggali pasir (sebelum gempa).
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | Pemeriksaan : — Tensi 130/70 mmHg — PEN setahun (12 bulan) yang lalu harusnya diambil tetapi sampai saat ini belum diambil karena kendala biaya (Rp. 14.000.000,-) — Reflek patella positif, Reflek achiles negatif. — BAK terasa tapi belum terkontrol, BAB tidak terasa — Kekuatan otot AGB : Hip (4-), Knee (4-), Ankle (0) / drop foot — Sensorik kedua tungkai terasa kecuali jari 1 kaki kiri — Atrofi kedua tungkai — ADL mandiri dengan walker, tiap pagi biasa latihan jalan dengan paralel bar satu sisi yang dibuat sendiri dari kayu. Pasien sudah dapat berlatih berjalan dengan menggunakan bantuan bambu (pararel). — Rontgen Urethro Cystografi (19 Januari 2007) : Hasilnya Vesicolithiases, uretra normal. — Rontgen (11 Juni 2007) : - Vertebrae Lumbal : fraktur compresi VL 2-3 dengan pemasangan plate & screw dari VL 1-4 - Femur : fraktur oblique 1/3 proximal femur dextra dengan pemasangan plate & screw · Diberikan terapi latihan berupa strengthening (penguatan) kedua anggota gerak bawah |
Ekonomi | Secara ekonomi sudah mampu.Usaha ternak kambingnya juga mendapat bantuan dari IOM Jepang, syaratnya harus peternak kambing sejak sebelum gempa sampai sekarang. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | · 2 Kruk yang ideal bagi pasien menurut ukurannya masing-masing, karena pasien sudah diajarkan oleh fisioterapis untuk latihan berjalan dengan 2 kruk. · Perlu AFO baru untuk pasien, karena AFO yang lama sudah rusak dan ukurannya sudah berbeda dari yang 3 tahun yang lalu, terlalu longgar untuk tungkai bawahnya. Hal itu dikarenakan kedua tungkainya yang atrofi / mengalami pengecilan massa tulang sehingga terlihat lebih kecil. · Butuh sepatu sandal untuk pasangan AFOnya, sangat diperlukan sekali ketika pergi keluar rumah. |
Nama : Supriyadi
Tgl Lahir : 23 Mei 1966
Alamat : Jonayan 2/19 Jimbung Kalikotes Wedi
Diagnosa : Paraplegia Frenkel D
Kondisi Awal : Kekuatan otot secara motorik ada tapi sensoriknya tidak ada, jadi mulai dari bawah pusar sampai ujung kedua jari kaki mengalami gangguan sensorik. Tidak ada luka decubitus.
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | · Kondisi sekarang ini sudah mulai terasa sensoriknya pada bagian kedua lutut. Motorik belum ada perkembangan. |
Ekonomi | Secara ekonomi sudah mampu. Sekarang ini sebagai tenaga tata usaha / TU di SMU Muhammadiyyah 1 Klaten dan sebagai volunteer / relawan di PMI Klaten yang tahun ini (2010) mendapatkan piagam penghargaan dari Presiden SBY. Sekarang juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Perkumpulan SCI Korban Gempa Klaten. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | — Pempers untuk BAK (Buang Air Kecil). Untuk pempers sehari 2 kali sehari ganti @ Rp 7.500-,. |
Nama : Suranto
Umur : 50 Tahun
Alamat : Kayu Apak 02/05 Krikilan, Bayat
Diagnosa : Paraplegia Frenkel B
Kondisi Awal : Keluhan : Pasien belum bisa berjalan, kaki kanan panas, kaki kiri panas & terasa sangat kaku serta bengkak pada punggung kaki karena adanya luka (kena air panas + 15 hari yang lalu), juga mengeluh sering masuk angin dan pusing.
Persoalan | Keterangan |
Kesehatan | Pemeriksaan : · BAB & BAK lancar, jika sudah terasa ingin BAK sudah diusahakan untuk ke kamar mandi, BAB biasanya tiap 2 hari sekali. · ADL mandiri dengan memakai kursi roda · Terdapat hipertonus (spastisitas dengan ashworth scale : 4) · Tensi 140 / 90 mmHg · Reflek patella & achiles meningkat, clonus ankle positif · Atrofi kedua tungkai · Rontgen vertebrae lumbosakral : Fraktur compresi axial corpus VL 1, Alignment normal, DIV normal. · MRI (10-5-2006) : - Malalignment Vertaebra Thoracolumbal, hiperfleksi positif. - Tampak kompresi corpus VL 1 bentuk wedge, flexión type. - DIV Th XII – L 1 sempit ringan, tidak tampak bulging disc. - Medulla spinalis normal, tidak tampak lesi intra / ekstrameduler serta tidak tampak mass paravertebra. · Pasien memiliki riwayat maag.pasien memiliki riwayat gasttritis, pasien memiliki luka bakar / combustio karena tersiram air panas bulan Juni 09. Luka combustio di telapak kaki kanan sudah mulai mengering. · Latihan berdiri dilakukan dengan menggunakan alat bantu brease dan walker, latihan berjalan dilakukan secara mandiri tiap pagi. · Kekakuan kedua tungkai mulai agak menurun dengan program matras exercise. |
Ekonomi | Usaha yang dikelola adalah membuat contong es cream. Kondisi ekonomi sangat lemah dan usaha tidak rutin dilakukan karena terkendala pada permodalan, mobilitas dan suport tenaga untuk membeli bahan baku dan memasarkan produknya. |
Asuransi Kesehatan | Jamkesmas |
Kebutuhan | · Modal untuk usaha · Pemasaran produk |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar